Demo Protes Innocence of Muslims Meluas

Petugas Kepolisian berjaga-jaga saat berlangsungnya aksi unjuk rasa memprotes pembuatan film The Innocence of Muslims di depan Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Medan, Sumut, Jumat (21/9/2012). Sejumlah kantor Konsulat dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, ditutup terkait adanya potensi demonstrasi atas pembuatan film tersebut. (Foto: Andi Rambe/JIBI/Bisnis)Petugas Kepolisian berjaga-jaga saat berlangsungnya aksi unjuk rasa memprotes pembuatan film The Innocence of Muslims di depan Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Medan, Sumut, Jumat (21/9/2012). Sejumlah kantor Konsulat dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, ditutup terkait adanya potensi demonstrasi atas pembuatan film tersebut. (Foto: Andi Rambe/JIBI/Bisnis)

Petugas Kepolisian berjaga-jaga saat berlangsungnya aksi unjuk rasa memprotes pembuatan film The Innocence of Muslims di depan Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Medan, Sumut, Jumat (21/9/2012). Sejumlah kantor Konsulat dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, ditutup terkait adanya potensi demonstrasi atas pembuatan film tersebut. (Foto: Andi Rambe/JIBI/Bisnis)

JAKARTA–Aksi demo memprotes film Innocence of Muslims yang berkembang menjadi unjuk kebencian terhadap Amerika Serikat meluas ke kota lain di Indonesia.

Pada Jumat (21/9/2012), hingga sore hari tercatat sejumlah aksi yang selain terjadi di depan Kedubes AS di Jakarta, juga merembes ke beberapa daerah seperti Semarang dan Sukabumi.

Sebelumnya, Kamis (20/9/2012) Kedutaan Besar Amerika Serikat mengumumkan penutupan kantor kedutaan dan seluruh konsulatnya di Indonesia karena adanya potensi demonstrasi signifikan yang kemungkinan akan diselenggarakan di lokasi gedung Kedutaan dan Konsulat Amerika.

Di Semarang, ribuan orang berunjuk rasa mengecam penistaan agama. Mereka memprotes film Innocence of Muslims.

Jalan Ahmad Yani, bundaran Lapangan Simpang Lima dan Jalan Pahlawan, dipenuhi pengunjuk rasa. Salah satu kelompok pengunjuk rasa berasal dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Semarang.

Mereka berorasi di Jl Pahlawan sekitar bekas videotron. Anggota HTI yang berjumlah sekitar 250 orang tersebut mengutuk para pembuat dan penyebar film Innocence of Muslims.

Sementara itu, sekitar 500 orang lebih dari Front Pembela Rasulullah (FPR) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jateng. Mereka meminta pemerintah Indonesia agar mengajukan kasus ini ke badan PBB yang mengurusi HAM karena pembuatan film Innocence of Muslims telah menistakan Nabi kaum Muslim.

Kelompok FPR dalam unjuk rasa kali ini berasal dari FPI, Voice of Palestina, MIT, Pemuda Gerakan Kabah dan Ahlul Bait. Mereka long march dari Masjid Baiturrahman Semarang ke kompleks DPRD Jateng.

Tidak hanya ormas, parpol pun ikut berunjuk rasa menanggapi penghinaan Nabi melalui Film dan Karikatur di tabloid Charlie Hebdo. Ribuan orang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berunjuk rasa dengan melakukan long march dari masjid Baitirrahman, berjalan ke gedung RRI dan kembali lagi untuk memutari lapangan Simpang Lima.

Sementara itu, seratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sukabumi menggelar aksi unjukrasa di Alun-alun Kota Sukabumi, Jumat (21/9).

Kali ini massa HTI Sukabumi ini menggelar unjukrasa menentang pembuatan dan penyebarluasan film Innocence of Muslims yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Mereka membentangkan spanduk dan membawa sejumlah poster berisikan kecaman terhadap Amerika Serikat.

Di Jakarta, aksi unjuk rasa dan demo terkait film Innocence of Muslims terus berlanjut. Jumat (21/9) sore, sebanyak 100 anggota HMI Jakarta Timur mengadakan aksi di depan Kedubes Amerika Serikat.

Massa dari Ahlul Bait Indonesia juga berunjukrasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan

Editor: | dalam: Peristiwa |
Iklan Cespleng
Menarik Juga ยป