Lama Ditunggu, KA MALIOBORO EKSPRESS Akhirnya Beroperasi Layani Jogja-Malang

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

SOLO — Kereta api Malioboro Ekspress (Molek), yang melayani rute relasi Jogja-Malang akhirnya beroperasi perdana, Kamis (20/9/2012).

Dari Solo, perjalanan perdana kereta Molek belum membawa banyak penumpang. Pejabat Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI Jogja, Eko Budiyanto menyampaikan setelah mengalami penundaan kurang lebih empat bulan, akhirnya Molek siap beroperasi. Molek akan menjadi alternatif bagi para penumpang tujuan Malang, yang selama ini hanya bisa dilayani dengan KA Gajayana relasi Jakarta-Malang dan KA Malabar relasi Bandung-Malang.

Molek ini hadir karena tingginya permintaan dari masyarakat, terutama pelanggan dari Jogja dan Purwokerto yang ingin ke Malang dan Kediri. Selama ini mereka hanya bisa dilayani dengan Gajayana dan Malabar, padahal dari stasiun pemberangkatan biasanya sudah penuh,” kata Eko.

Molek, lanjut Eko, akan bertolak dari Jogja sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di Stasiun Balapan Solo sekitar 21.45 WIB. Untuk sementara, KA Molek yang melayani kelas eksekutif dan ekonomi AC ini tidak berhenti di Stasiun Purwosari dan Stasiun Jebres Solo. “Dari Stasiun Balapan, kereta akan bertolak ke Malang sekitar pukul 21.50 WIB dan tiba di Malang sekitar pukul 03.53 WIB,” imbuh dia.

Kapasitas kereta ini mencapai 390 kursi. Yang terdiri dari tiga gerbong eksekutif berkapasitas masing-masing 50 kursi dan tiga gerbong kelas ekonomi AC masing-masing berkapasitas 80 kursi. Mengenai tarif, PT KAI memberikan tarif promo untuk operasional perdana yaitu Rp175.000 per tiket kelas eksekutif dan Rp125.000 per tiket kelas ekonomi AC. “Kami belum tahu sampai kapan tiket promo ini akan diberikan. Mungkin selama sepekan.”

Dari informasi yang diterima Solopos.com, tiket KA Molek akan bergerak pada kisaran tarif batas bawah dan atas. Untuk kelas eksekutif berada di kisaran harga Rp120.000 hingga Rp400.000 dan kereta kelas ekonomi AC berkisar Rp70.000 hingga Rp300.000.

Eko melanjutkan, KA Molek ini sebenarnya sudah siap operasional sejak beberapa bulan lalu. “Tapi ada beberapa hal yang membuat molor. Salah satunya terkait angkutan Lebaran. SDM kami pas-pasan padahal banyak kereta tambahan yang dioperasikan pada saat itu. Yang kedua, belum siapnya personel penjaga perlintasan di wilayah timur.”

Ditemui terpisah, Kepala Stasiun Balapan Solo, Suyatno mengatakan KA Molek yang beroperasi pada malam hari ini akan menjadi alternatif pilihan penumpang dari Solo yang selama ini belum bisa terlayani maksimal oleh KA Gajayana dan KA Malabar. Selain sudah penuh dari stasiun pemberangkatan, KA Gajayana dan KA Malabar baru tiba di Solo saat dini hari. “Masyarakat Solo dan sekitarnya sekarang akan lebih mudah ke Malang karena Molek berangkat sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Suyatno.

Editor: | dalam: Ekonomi |
Menarik Juga »