2 SMK Jadi Pilot Project International Corporation School

Minggu, 16/9/2012
Rakhmat Sutomo, (Dok/JIBI/SOLOPOS)Rakhmat Sutomo, (Dok/JIBI/SOLOPOS)

SOLO–Dua SMK di Solo akan menjadi proyek percontohan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam program international corporation school.  Kedua sekolah itu yakni SMK Negeri 2 Solo dan SMK Negeri 5 Solo.

Kedua sekolah itu akan memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik dari Myanmar. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Rakhmat Sutomo, saat memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan kepala sekolah SD dan SMK, di SMKN 9 Solo, akhir pekan kemarin.

“Dua sekolah itu terpilih karena sudah memiliki brand di Jawa Tengah,” jelasnya ketika ditemui Solopos.com seusai acara.

Mengenai program international corporation school, Rakhmat menjelaskan hal itu merupakan upaya untuk menjalin kerja sama dengan sekolah di luar negeri dengan bentuk menjadi mentor di sekolah negara lain. Indonesia, khususnya Solo berkesempatan untuk berbagi ilmu dengan Myanmar pada bidang information technology dan civil work.

“Nanti satu atau dua guru dari dua SMK di Solo akan dikirim ke Myanmar, setelah itu sekitar 15 guru dari Myanmar akan belajar di Solo,” paparnya.

Selain Solo, ada tiga kota lainnya yang menjadi pilot project, antara lain Semarang, Malang dan Bandung, ketiga kota tersebut memegang bidang yang berbeda. Sementara Kepala SMKN 2 Solo, Susanta, mengenai hal itu, dia menanggapi pihaknya masih menunggu sampai nota kesepemahaman dari Kemendikbud disepakati, selain itu dia tetap memantau perkembangan program yang baru pertama kali dilakukan itu. “Tapi kami selalu siap,” tegasnya.