Makam Terduga Teroris Anwar Dijaga Warga

Pemakaman-terduga-teroris-Wahyu.jpg
Pemakaman terduga teroris Wahyu (Foto: Dokumentasi)

Pemakaman terduga teroris Wahyu (Foto: Dokumentasi)

KARANGANYAR-Situasi Dusun Banaran, Jatiyoso, Karanganyar, Sabtu (15/9/2012) berangsur normal selepas pemakaman jenazah terduga teroris bom Depok, Anwar alias Wahyu Ristanto, anak pertama pasangan Jatmiko dan Wariyem.

Warga beraktivitas seperti biasa. Hanya saja suasana duka masih menyelimuti kediaman Jatmiko dan Wariyem. Tokoh pemuda setempat, Lukito Ribudiyanto, menuturkan pada Jumat (14/9/2012) malam keluarga Wahyu atau Ris menggelar
tahlilan.

Sebagian lain warga berjaga di permakaman/pekuburan Wahyu tak jauh dari rumah duka. Penjagaan makam Wahyu dilakukan semalam suntuk oleh warga.

Belum jelas apa tujuan warga menjaga makam wahyu dan akan sampai kapan penjagaan dilakukan. “Yang jelas ini inisiatif warga. Tujuannya apa, saya kurang tahu,” ungkap Lukito.

Terpisah, Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan AW, menyatakan pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan perangkat desa, kepala dusun, pengurus rukun warga (RW) hingga rukun tetangga (RT).

Tujuannya mempersempit ruang gerak jaringan teroris di Bumi Intanpari khususnya. Penegasan itu disampaikan Kapolres kepada
Solopos.com, Sabtu (15/9), menanggapi keterlibatan warga Karanganyar dalam jaringan teroris di Depok, Jawa Barat (Jabar).

“Koordinasi akan diintensifkan lagi terkait kejadian sebelum-sebelum ini. Saya harap terjaling komunikasi baik antara perangkat desa dengan petugas kami,” katanya.

Nazirwan AW mencontohkan insiden lolosnya Bayu Setiyono, terduga teroris jaringan Farfan dkk, menikahi warga Dusun Tempel, Desa Bulurejo, Gondangrejo. Padahal perangkat desa setempat sempat menemukan kejanggalan dalam salah satu berkas identitas Bayu, beberapa waktu sebelum pernikahan.

Contoh lain yakni menginapnya tiga teman Wahyu Ristanto asal Dusun Banaran RT 001/RW 006 Jatiyoso, Karanganyar, tanpa melapor kepada pengurus RT/RW, enam bulan lalu.

Sekretaris Kecamatan Jatiyoso, Budi Santoso, menyambut baik pernyataan Kapolres Karanganyar. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan membuat surat edaran (SE) yang memuat tentang kewajiban tamu yang hendak menginap harus melapor dan menyerahkan identitas diri. SE akan dilayangkan kepada seluruh perangkat desa/pengurus RW dan RT.

“Apalagi Jatiyoso wilayah yang warganya banyak merantau. Siapa tahu ada yang mengajak atau membawa pulang teman,” tegasnya. Kurniawan/JIBI/SOLOPOS

Editor: | dalam: Karanganyar |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »