Ilustrasi (Trianto Hery Suryono/JIBI/SOLOPOS)
Senin, 10 September 2012 16:29 WIB Andi Sumarsono/JIBI/SOLOPOS Wonogiri Share :

BAHAYA TANAH LONGSOR
80 % Lahan di Kecamatan Tirtomoyo Terancam Longsor

Ilustrasi (Trianto Hery Suryono/JIBI/SOLOPOS)

WONOGIRI--Sekitar 80% wilayah kecamatan Tirtomoyo terancam lonsor saat musim penghujan tiba. Data tersebut disampaikan Camat Tirtomoyo, Teguh Waluyatmo saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (10/9/2012).

Teguh mengatakan struktur geografis Kecamatan Tirtomoyo yang terletak di daerah pegunungan dan mayoritas rumah penduduk di dekat tebing-tebing curam sehingga muncul daerah-daerah  rawan longsor.

Teguh menambahkan, saat ini kecamatan Tirtomoyo baru mendapatkan sebuah alat pendeteksi dini gerakan tanah yang diletakkan di desa Hargorejo.

“Alat ditempatkan tersebut  merupakan  kawasan padat penduduk. Selain itu Hargorejo tempat paling rawan longsor dari tempat lainya di Tirtomoyo. Bencana lima tahun lalu bahkan menewaskan tujuh orang,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan titik rawan longsor semula empat desa yaitu Desa Hargorejo,  Geneng, Sidorejo dan Hargosari, namun saat ini titik rawan hampir menyeluruh di berbagai desa.

Antisipasi, kata Teguh, saat ini mulai sosialisasi dengan gerakan satu orang satu pohon dalam setahun. Dirinya mengaku saat musim hujan tim Search and Rescue (SAR) selalu memantau di daerah-daerah rawan.

Teguh menambahkan, gerakan penanaman pohon dinilai berhasil kita melihat antusiasme warganya yang membeli bibit tanaman di pasar.

“Setiap hari pasaran saya survei ke pasar melihat bibit tanaman itu selalu habis, dan beberapa warga sudah mulai sadar bahaya bencana karena mereka menanam bibit tersebut di tebing-tebing rawan longsor,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…