Said Agil Sirodj (Foto: Dokumentasi) Said Agil Sirodj (Foto: Dokumentasi)
Minggu, 9 September 2012 22:00 WIB Dadan Muhanda/JIBI/Bisnis News Share :

SERTIFIKASI ULAMA
PBNU: Sebutan Kiai Pemberian Masyarakat Bukan Pemerintah

Said Agil Sirodj (Foto: Dokumentasi)

JAKARTA–Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menolak keras usulan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk dilakukannya sertifikasi pemuka agama dan ulama, sebagai salah satu langkah menekan aksi teror.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan gelar kiai, ulama atau ustadz bukan pemberian pemerintah, sehingga tidak dibutuhkan langkah sertifikasi untuk melihat nasionalisme penyandangnya.

“Panggilan kiai atau ustadz itu yang menyebutkan masyarakat, bukan pemberian dari pemerintah. Pemerintah terlalu jauh kalau sampai ngurus hal-hal seperti ini,” katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (9/9).

Sebelumnya, BNPT mewacanakan mengenai sertifikasi terhadap pemuka agama yang hendak melakukan dakwah. Langkah ini ditempuh untuk mencegah radikalisme yang marak muncul mengatasnamakan agama dan Islam.

Said lantas menganalogikan pernyatannya pada perintah menjalankan salat, yang tidak perlu diatur dan diawasi secara langsung oleh pemerintah. Ada elemen masyarakat yang memiliki kewajiban menjalankan tugas tersebut, dengan pemerintah berada pada posisi memberikan dukungan.

Terkait tudingan gagalnya deradikalisasi oleh pemuka agama, Said mengatakan hal ini bukan semata-mata karena rendahnya peran ulama. Kondisi yang ada saat ini diminta menjadi bahan intropeksi, baik oleh kalangan ulama, BNPT selaku institusi resmi, maupun seluruh elemen masyarakat.

“Yang perlu diingat terorisme tidak mengakar pada budaya Islam. Jadi kalau aksi teror sampai sekarang masih ada, itu tidak semata-mata karena peran ulama yang gagal, banyak faktor penyebabnya,” ujarnya.

Said juga meminta BNPT tidak meragukan peran ulama dalam mencegah radikalisme. Kelompok organisasi kemasyarakatan yang berdiri jauh sebelum kemerdekaan Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah, mempunyai visi yang kuat dalam mencegah radikalisme di kalangan Islam.

“Saya selalu katakan, ormas-ormas dan ulamanya yang keberadaannya memperkuat Pancasila sebagai dasar negara, itu harus didukung. Sebaliknya, Ormas yang keberadaannya merongrong Pancasila, itu bahkan tidak perlu sertifikasi, tetapi langsung bubarkan saja,” katanya.

lowongan kerja
lowongan kerja PT ALAT BANTU DENGAR INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

Leave a Reply



PROMO SPESIAL
Dari Mao Ke Marcuse [Cover Baru]
WONDERFUL LIFE: THE NOVEL
Pemikiran Karl Marx ( Cover Baru)
Dalam Bayang-Bayang Lenin [Cover Baru]

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…