PILKADA JAKARTA
Di Twitter, Fatwa Haram Pilih Jokowi-Ahok Dikecam

Jokowi-AhokJokowi-Ahok (Dokumentasi)
Jokowi-Ahok

Jokowi-Ahok (Dokumentasi)

JAKARTA–Fatwa haram pilih Jokowi-Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta membuat pendukung Walikota Solo tersebut meradang dan menumpahkan keluh kesahnya di lini masa twitte.

@RiotDetroit: “(Jakarta Baru) FATWA MUI Haramkan Pilih Jokowi-Ahok: kalo menurut gua yach gan.., aye tetap pilih jokowi om .”

Mrs. DZ Demir ?@DeZiouz: “NKRI makin aneh RT @revolutia: fatwa MUI DKI haramkan pilih Jokowi-Ahok tadi gue baca dari http://Bisnis.com link: http://m.bisnis.com/articles/pilkada-putaran-ii-fatwa-mui-ganjal-pasangan-jakowi-ahok.”

Harold Finch ?@aditryan: “MUI mengharamkan pilih Jokowi-Ahok. Saya gak paham yg begituan aja musti ada fatwanya segala. Ada alasan yang baleg-weh-anjing banget ga?”

Harold Finch ?@aditryan: “#pffft RT @revolutia: Beita soal fatwa MUI DKI haramkan pilih Jokowi-Ahok tadi gue baca dari http://Bisnis.com link: http://m.bisnis.com/articles/pilkada-putaran-ii-fatwa-mui-ganjal-pasangan-jakowi-ahok.”

Ade Fauzy Arkananta ?@adefauzy: “Hiks.. RT @revolutia: Beita soal fatwa MUI DKI haramkan pilih Jokowi-Ahok tadi gue baca dari http://Bisnis.com link: http://m.bisnis.com/articles/pilkada-putaran-ii-fatwa-mui-ganjal-pasangan-jakowi-ahok.”

Joy ?@StefanieHan: “Apa2an ini!!! RT @revolutia: Berita fatwa MUI DKI haramkan pilih Jokowi-Ahok http://Bisnis.com link: http://m.bisnis.com/articles/pilkada-putaran-ii-fatwa-mui-ganjal-pasangan-jakowi-ahok.”

Taufik Akbar ?@taufikakbar27: “Turut berduka utk warga Jakarta”@dzulfian Berita tentang Larangam Fatwa MUI pilih Jokowi-Ahok. Agree or Disagree ? » http://bit.ly/OyIxbL”

Ardiansyah Bahar ?@ArdiansyahBahar: “Serius?? Miris.. :( RT @revolutia Ini koq MUI DKI ngeluarin fatwa mengharamkan pilih Jokowi-Ahok? Ga takut dosa apa bikin fatwa pesenan?”

ayu windiyaningrum ?@ayuwindiya: “Serius? RT @revolutia: Ini koq MUI DKI ngeluarin fatwa mengharamkan pilih Jokowi-Ahok? Ga takut dosa apa bikin fatwa pesenan?”

Ananta | ROBOTA ?@AnantaRajasa: “Berpihak ke Foke, MUI DKI semakin tdk bs jd pegangan umat @basuki_btp @jokowi_do2 @AnjarSolo1.”

BetaAdistianaPradnya ?@BetaPradnya: “Saya tetap pilih Jokowi! #sikap :) RT @arki_good: Jokowi diharamkan oleh MUI.. Semoga beliau kuat hadapi cobaan ini http://pic.twitter.com/n8QSMtRu.”

Terbang tinggi ?@ikanterbang13: “Kalo MUI haramkan Jokowi-Ahok sbg pemimpin, krn agama,skalian MUI haramkan org2 kerja di thamrin/sudirman,krn mungkin pimpinannya beda agama.”

Arki R Warsito ?@arki_good: “Jokowi diharamkan oleh MUI.. Semoga beliau kuat hadapi cobaan yg terlalu berat ini http://pic.twitter.com/h3zdQbhe.”

Nabil Habibie ?@Nabiel_H: “MUI dibayar berapa sih sama Foke buat ngasih stempel halal ke doi dan stempel haram ke jokowi-ahok? http://www.bisnis.com/articles/pilkada-putaran-ii-fatwa-mui-ganjal-pasangan-jakowi- …”

Namun, ada juga pembela MUI, yaitu akun twitter anonim @burunghantu1023.

mitha ?@burunghantu1913: “40. Tidak hanya Rhoma Irama saja yg diserang dan dicerca habis2an oleh kubu Jokowi Ahok. MUI, ulama bahkan ustad, iman mesjid pun diserang.”

Sebagaimana diberitakan Bisnis.com, Rabu (8/8), Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta menerbitkan fatwa soal pemilihan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada putaran kedua. Majelis tersebut merekomendasikan agar memilih calon gubernur dan wakil gubernur beragama Islam.

Berdasarkan salinan surat yang diperoleh Bisnis, fatwa tersebut tertuang dalam hasil rapat pimpinan MUI DKI Jakarta pada Senin 3 Ramadan 1433 H bertepatan dengan  23 Juli 2012 M. Fatwa tersebut bisa mengganjal pasangan Jakowi-Ahok. Hal itu dimungkinkan karena Ahok tercatat beragama nonmuslim.

Dalam surat dua lembar itu, MUI provinsi DKI Jakarta menyampaikan pesan-pesan moral sehubungan dengan pelaksaaan pemilihan kepala daerah (gubernur dan wakil gubernur) provinsi DKI Jakarta periode 2012-2017.

“MUI Provinsi DKI Jakarta telah memfatwakan tentang kewajiban memilih pasangan calon pemimpin [gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta] yang beragama Islam serta mengharamkan memilih calon pemimpin yang kafir,”  tulis surat tersebut dalam butir 3 seperti dikutip Bisnis, Rabu (8/8/2012).

Pada butir 2 poin c disampaikan agar masyarakat memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang beragama Islam, meskipun MUI DKI Jakarta menyadari bahwa umat Islam harus toleran terhadap agama lain serta hidup berdampingan secara damai dengan mereka.

“Akan tetapi, toleransi bukan berarti memilih dan menjadikan mereka sebagai pemimpin. tidak satupun ayat suci Al-Quran dan Hadits Rasullulah yang memperbolehkan apalagi memerintahkan umat Islam memilih pemimpin dari kalangan orang kafir,” tegasnya.

Pada poin lain, MUI mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggungjawab baik di dunia maupun di akhirat bagi warga masyarakat DKI yang telah memiliki hak pilih dalam pilkada putaran kedua. “Jangan Golput,” tambahnya.

Editor: | dalam: Pilkada |

6 Komentar pada “PILKADA JAKARTA: Di Twitter, Fatwa Haram Pilih Jokowi-Ahok Dikecam”

  1. yanto supianto
    27 Agustus 2012 pukul 21:22

    Mensikapi munculnya Fatwa MUI DKI perihal haramnya memilih Gubernur dan wakilnya yang bukan beragama Islam harus dilihat dari beberapa sisi :

    1. Pemilihan Gubernur dan wakilnya bukanlah pemilihan peminpin agama, tapi peminpin pemerintahan yang nota bene adalah bukan pemerintahan Islam, MUI berani gak ya memberikan fatwa haram terhadap pemerintahan yang tidak menggunakan hukum Islam.

    2. Fatwa tersebut ( Kalau memang ada ) kenapa baru dikeluarka sekarang, bukannya jauh – jauh hari sebelum Pilkada putaran I dimulai, hal ini terlihat seprti fatwa Pesanan, kalau hal itu ada( Fatwa Pesanan ) MUI DKI benar – benar sudah telah melukai hati kaum muslimin.

    3. Dalam Pilkada jangan dilihat dari Ayat Al-Qur’an dan hadist Nabi, karena memang dari awalnya undang2 yang kita anut adalah Pancasila bukan hukum Islam.

    4. MUI DKI berani gak mengeluarkan Fatwa kepada warga DKI yang muslim kalau tidak menjalankan hukum Islam adalah kafir.

    5. Saya menghimbau kepada MUI DKI supaya jangan main – main dengan Fatwa.

    6. Saya mau tanya ke MUI DKI. Apakah di MUI DKI yang sudah benar – menyandang Ulama/Kyai itu ada berapa orang dan apa kriteria Ulama Itu ?

    Demikian, tanggapan saya perihal Fatwa haram MUI DKI tentang Pilkada DKI. Perlu diketahui saya bukan pendukung Jokowi & Ahok

  2. bambang R
    27 Agustus 2012 pukul 23:45

    MUI seharusnya ngurusin tu Agama. jangan masuk dunia politik. Karena politik itu kotor. maka kalau agama masuk dunia politik akan menjadi kotor pula.

  3. alex
    28 Agustus 2012 pukul 18:36

    Saya ini mualaf dan sangat kecewa akan masuknya MUI ke politik, yang saya pelajari adalah bahwa agama Islam adalah sangat bertoleransi sekali, tetapi saya yakin kalau ALLAH pasti melancarkan yang mempunyai visi,misi, niat baik, dan yang terzolimi yaitu Bapak Jokowi dan Bappak Basuki …… Amin.

  4. Prana Djaya Rais
    28 Agustus 2012 pukul 22:08

    MUI DKI gak punya kerjaan…!!! Mending dipimpin orang kafir daripada sesama muslim tapi KORUP. Indonesia penduduk terbesar muslim tapi negara ter-KORUP, dana HAJI di KORUP, AL-QUR’AN di KORUP, KORUPTOR di negeri ini didominasi kaum Muslim. Hey MUI tau ga ??? Kemerdekaan yg kita rebut adalah pengorbanan jiwa dan raga dari berbagai Etnis, Suku, Agama dan Ras di Indonesia. Maju terus JOKOWI – AHOK do’a kami dari berbagai pelosok tanah air menyertai. Insya Allah menang, Amin………

  5. enyong kuthur
    2 September 2012 pukul 19:45

    jokowi muslim makanya ayo pilih jokowi

  6. muhamad rofiq
    15 September 2012 pukul 00:19

    MUI keluarkan patwa seperti itu wajarlah. karena dia di bayar team kampanye FOKE. dan perlu di ketahui ketua MUI kan orang BETAWI.

Silahkan bergabung untuk diskusi

Iklan Baris

Iklan Baris
Menarik Juga »