Soloraya
Jumat, 17 Agustus 2012 - 10:01 WIB

STRES, Seorang Pemuda Pilih Gantung Diri

Redaksi Solopos.com  /  Arif Fajar Setiadi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)

BOYOLALI-Purnomo, warga Dukuh Gunungsari, Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede memilih bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya. Pemuda 25 tahun itu nekat gantung diri di pohon pace di belakang rumahnya pada Kamis (16/8).

Advertisement

Peristiwa ini bermula saat ayah korban mencari anaknya pada Kamis pukul 10.00WIB. Ia khawatir korban pergi menghilang lantaran anaknya menderita gangguan jiwa. Sang ayah semakin cemas saat tidak mendapati korban berada di rumahnya.

Namun alangkah terkejutnya,  dia mendapati anaknya sudah gantung diri di pohon pace dengan jarak sekitar 100 meter di belakang rumah. Korban nekat gantung dengan menggunakan tali rafia yang diikatkan pada dahan pohon.

Petugas Polsek Karanggede bersama dokter Puskesmas setempat mendatangi lokasi kejadian. Korban diturunkan dari tempatnya gantung diri untuk diperiksa. Kasubag Humas Polres Boyolali, AKP Margono mengatakan, dari hasil pemeriksaan medis dokter Puskesmas Karanggede, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Advertisement

Menurut Kasubag Humas Polres Boyolali, AKP Margono, korban nekat gantung diri menggunakan tali rafia warna abu-abu sepanjang 180 cm. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi mata melotot, lidah menjulur keluar. Selain itu, dari kelamin keluar air mani dan dubur keluar kotoran.

“Korban mengalami gangguan jiwa. Ia sudah tiga kali masuk RSJ Klaten. Korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” jelasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif