Jumat, 10 Agustus 2012 12:04 WIB JIBI/SOLOPOS/Taufiq Sidik Prakoso Solo Share :

DPP Pasang Spanduk, Larang Pengamen Dan Pengemis Masuk Pasar

ILUSTRASI (Dwi Prasetya/JIBI/SOLOPOS)

SOLO– Guna menertibkan pengamen, pengemis dan gelandangan di pasar, Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo memasang sejumlah spanduk di Pasar Klewer, Jumat (10/8/2012).

Hal tersebut dilakukan mengacu pada Perda Nomor 1/2010 pasal 35 yang melarang pengamen, gelandangan, dan pengemis dilarang masuk pasar.

Kepala DPP Solo, Subagiyo, menerangkan pemasangan itu dimaksudkan sebagai peringatan bagi pengemis, pengamen, dan gelandangan agar tidak lagi beroperasi di dalam pasar. “Bisa dimengerti, dipahami, dan dilaksanakan oleh seluruh komunitas yang ada di pasar, agar kondisi pasar bisa aman dan nyaman,” ungkapnya seusai pemasangan spanduk di Pasar Klewer.

Diterangkannya, pemasangan spanduk tersebut tidak hanya dilakukan di Pasar Klewer, namun spanduk juga dipasang di seluruh pasar yang ada di Kota Solo.

Lebih lanjut, Subagiyo menerangkan pihaknya juga melakukan penertiban kepada sejumlah pedagang pasar. Penertiban yang dilakukan yakni meminta kepada pedagang agar tidak berjualan di pintu keluar-masuk pasar.
Hal itu dimaksudkan agar akses masuk ke dalam pasar tidak sempit dan menghalangi langkah. “Pembeli memiliki akses untuk masuk pasar,” tuturnya.

Sebagai langkah penindakan, lanjutnya, DPP sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan pengawasan intensif.

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…