KESEHATAN
Udara Dingin dan Kecapaian Picu Biduran

ilustrasiilustrasi

Bentol-bentol kemerahan di beberapa bagian kulit tubuh sering ditemukan. Bilur-bilur gatal atau bintik bintik di kulit itu biasa disebut biduran. Suhu udara dingin dengan kondisi tubuh tidak fit seringkali menjadi pemicunya.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Rikyarto menyatakan, biduran sering berbentuk benjolan atau bagian sedikit menonjol berwarna merah muda atau kemerahan pada kulit.

“Ada yang biasanya gatal, tetapi banyak juga yang hingga terasa membakar dan menyengat lalu membuat tidak nyaman,” kata dia, di Wirosaban, Sabtu (4/8).

Menurut dokter di RS Jogja tersebut, gangguan pada permukaan kulit itu terjadi karena banyak faktor dari dalam atau dari luar tubuh. Diantaranya yakni alergi pada suhu udara dingin dan kondisi daya tahan tubuh menurun. “Selain alergi bisa jadi pemicunya dari luar seperti bulu-bulu binatang, daun atau sari bunga, bisa juga debu yang menempel di kulit,” ujar dia.

Gangguan dengan istilah medis urticaria terjadi karena reaksi tubuh atas sesuatu yang menjadi pemicu. Prosesnya, kata Rikyarto, karena ada pemicu baik udara dingin atau penyebab lainnya menyebabkan beberapa sel di dalam tubuh melepas histamin yakni senyawa normal di jaringan tubuh. “Karena reaksi histamin itu, kana cairan pembuluh darah kecil di bawah kulit bocor dan membentuk bintik ketika berkumpul di bawah kulit,” urainya.

Biduran tersebut, lanjutnya, bisa terjadi di semua bagian kulit tubuh dengan bentuk dan ukuran beragam. Biduran bisa cepat muncul tetapi juga bisa segera menghilang dengan sendirinya. Untuk biduran karena alergi udara dingin biasanya akan segera berlalu jika kulit segera dihangatkan. Hanya, kata Rikyarto, untuk kondisi tubuh kurang fit biasanya butuh istirahat sebelum biduran benar-benar berlalu.

Sementara, pada kasus biduran yang sangat mengganggu karena berlangsung lama dan menimbulkan rasa gatal maka perlu penanganan lebih lanjut. Meski tidak menyebut merek, namun disampaikan bahwa biduran bisa akan mereda dengan obat tertentu. “Kalau sampai diperiksakan, berarti pemberian obat juga tergantung dari penjelasan pasien, kira-kira apa penyebabnya,” kata dia.

Pemilik riwayat biduran, Mitayani mengatakan, gatal-gatal dengan bentol merah di bagian-bagian tertentu dialami dia ketika kecapaian lalu tubuh secara langsung terkena udara dingin. Menurut warga Mergangsan itu, biduran kadang lekas hilang. “Tapi pernah, saya pas flu jadi biduran hampir semalam sampai saya usap minyak kayu putih biar hangat,” katanya, Sabtu  (4/8) lalu.

Mitayani mengaku tidak pernah mengkonsumsi obat-obat khusus pereda biduran atau gatal-gatal kulit. “Soalnya bukan alergi berat, hanya karena kedinginan dan tidak enak badan, istirahat dan baju hangat saja sudah reda,” lanjutnya.

Karena mengetahui penyebabnya, kini untuk mencegah biduran ia berusaha mengenal seberapa sehat daya tahan tubuhnya. Dengan demikian, ketika henda bepergian pada malam hari yang dingin segera menutup tubuh dengan jaket yang tebal.

Editor: | dalam: Kesehatan |
Menarik Juga »