RAMADAN, Toko Mukena Diserbu Pembeli

ilustrasi (dok)ilustrasi (dok)

SOLO—Bisnis mukena atau rukuh mencapai puncaknya jelang Ramadan tahun ini. Sejumlah pengelola toko yang ditemui Solopos.com, Jumat (20/7/2012) atau sehari jelang puasa perdana versi pemerintah, mengaku kebanjiran pembeli.

Karyawan Toko Rafika di Pusat Grosir Solo (PGS), Kristianti, mengatakan permintaan mukena sebenarnya telah meningkat tipis sejak dua bulan lalu, namun baru mencapai puncaknya beberapa hari terakhir. Dia mengaku bisa menjual hingga lebih dari 50 potong mukena per hari.

Mukena yang dijual di kios Rafika bermacam-macam. Akan tetapi, mukena model jumputan dengan bahan santung paling banyak dicari. Apalagi, pihaknya membuat sendiri beberapa jenis mukena. Setiap kali model baru ditawarkan, pembeli langsung antre. Bahkan tak jarang, barang habis sebelum model terbaru siap dipasarkan.

Soal harga, Kris mengatakan mukena jumputan dijual dengan harga bervariasi tergantung tingkat kesulitan produksinya, mulai Rp95.000-Rp110.000. Harga tersebut sudah termasuk mukena atasan, bawahan dan tas kecil. “Harga di kisaran itu. Tapi kalau beli grosir bisa beda, bisa lebih murah.”

Tingginya permintaan mukena juga diakui karyawan Toko Sarimaua, Lestari. Dia menjelaskan tahun ini banyak mukena model baru yang laris di pasaran, seperti jumputan dengan hiasan pita, mukena dengan hiasan lukis, dan mukena motif padi ilalang. Harga setiap jenis mukena berbeda, mulai Rp90.000-Rp125.000.

Seperti Kris, Lestari juga mengakui banyak mendapatkan konsumen yang membeli secara grosir untuk dijual kembali. Dia pun menilai penjualan mukena tahun ini melebihi perkiraan. “Tahun lalu tidak seramai ini. Kadang kami bahkan kesulitan cari barang. Sekarang juga masih banyak yang cari,” ungkapnya.

Editor: | dalam: Ekonomi |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »