TUNJANGAN SERTIFIKASI 203 Guru di Karanganyar Dibatalkan

Ilustrasi (Rahmatullah/JIBI/Bisnis Indonesia)Ilustrasi (Rahmatullah/JIBI/Bisnis Indonesia)

Ilustrasi (Rahmatullah/JIBI/Bisnis Indonesia)

KARANGANYAR–Tunjangan sertifikasi 203 guru tingkat SLTP dan SLTA se-Karanganyar dibatalkan. Pasalnya para guru tersebut tidak mengajar minimal selama 24 jam pelajaran dalam sepekan.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, mengatakan para guru tersebut melanggar aturan karena belum mengajar minimal 24 jam pelajaran dalam sepekan. Karena itu, tunjangan sertifikasi mereka dibatalkan.

“Memang dibatalkan karena belum mengajar selama 24 jam pelajaran dalam sepekan. Mereka diberi tunjangan ya harus profesional,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Kamis (28/6/2012).

Menurutnya, para guru yang mendapatkan tunjangan sertifikasi harus mengajar satu mata pelajaran saja. Sebab, tunjangan tersebut diberikan untuk menghargai profesional guru saat mengajar mata pelajaran tertentu. Dalam praktiknya, para guru tersebut mengajar mata pelajaran lain untuk memenuhi persyaratan mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Agus menjelaskan, pemberian tunjangan sertifikasi dilakukan setiap semester. Sementara tunjangan yang dibatalkan periode Januari-Juni 2012. “Guru yang menerima tunjangan sertifikasi harus mengajar satu mata pelajaran saja, yang dibayar itu kan profesionalnya. Kami akan mengkaji lagi untuk tunjangan sertifikasi semester berikutnya,” paparnya.

Besaran tunjangan sertifikasi yang diterima para guru senilai dengan satu kali gaji pokok perbulan. Guru yang dibatalkan tunjangan sertifikasinya tersebar di sekolah tingkat SLTA dan SLTP di Karanganyar. Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPRD Karanganyar, Romdloni, menambahkan pihaknya berencana mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Senin (9/7/2012). Perwakilan Komisi IV ingin mempertanyakan aturan terkait tunjangan sertifikasi. Pasalnya beberapa guru yang tunjangan sertifikasinya dibatalkan mengadukan permasalahan itu ke Dewan.

Editor: | dalam: Karanganyar |

16 Komentar pada “TUNJANGAN SERTIFIKASI 203 Guru di Karanganyar Dibatalkan”

  1. Wong cilik
    29 Juni 2012 pukul 08:27

    Guru harus melihat peraturan sebelum menuntut,rata2 hasil tunjangan sertifikasi hanya untuk foya2/hidup mewah..tinjau ulang/alihkan sertifikasi guru untuk yang membutuhkan wahai pemerintah.baiknya dana tersebut lebih diperuntukkan masyarakat miskin banyak yang lebih membutuhkan.

  2. 29 Juni 2012 pukul 10:18

    guru siap ngajar 24 jam…tp krn over load jumlah guru pda mata pelajaran tertentu..membuat guru kurang jam pelajarannya… Jd kurang dari 24 jam mengajar bkn berarti guru gak mau ngajar..

  3. 29 Juni 2012 pukul 12:12

    Yg bukan guru jngn komentar, bikin kisruh..

    • 30 Juni 2012 pukul 14:30

      Mg2 sertifikasi guru segera dihapus&uang nya bisa dipergunakan untuk masyarakat miskin yg lebih membutuhkan.daripada uang untuk foya2 guru2.

  4. 29 Juni 2012 pukul 20:30

    nek ws tekan dhuwit mesthi gayeng .kalo belum 24 jam ya tidak usah dberi tnjngan profesi.bikin iri yg lain saja.berburu jam dulu ke sekolah2 lain.syukur2 mapelnya sesuai ijazah keguruannya.kalo itu beres nanti kn lancar juga.

  5. budim
    30 Juni 2012 pukul 09:35

    no coment ….ya begitulah

  6. sukra aja
    30 Juni 2012 pukul 20:09

    KASIHAN itu guru2 ;mikirin segala galanya

  7. roto
    30 Juni 2012 pukul 20:23

    abdi negara itu bukan hanya guru, masih banyak abdi negara yang lain, petani,buruh dll apakah itu bukan termasuk abdi negara??? guru mendidik anak bangsa dan petani banting tulang menopang supply pangan untuk rakyat banyak, jadi jangan ada kesenjangan……

  8. 30 Juni 2012 pukul 21:15

    yg profesional itu harganya mahal… n’ harus penuhi aturan… 24 jam musti.. kayak gitu kok di bikin repot…. .

  9. 30 Juni 2012 pukul 22:25

    Kalo para guru mogok ngajar..baru tau rasa

    katanya tunjangan,jg masih ada potong2an,buat ini itu

    ora mesakne guru tenan…
    ini bukan jaman oemar bakri yg gajinya boleh dikebiri…

  10. 1 Juli 2012 pukul 18:31

    Sudah sepantasnya guru menerima tunjangan sertifikasi.. Mari kita menengok ke belakang,bagaimana nasib seorang guru di negara kita. Jangankan utk membeli barang2 mewah atau berfoya2,utk menghidupi keluarga dan ank2nya setiap bulan saja sulit.

    Jangan su’udzon mengenai pengalokasian tunjangan yg diterima oleh guru, setidaknya biarkanlah tunjangan tsb sdh mnjadi angin segar bgi guru, untuk membayar segenap hutang2nya di bank..

  11. IPONK
    3 Juli 2012 pukul 21:54

    SEDIKIT GAMBARAN SCR MATEMATIS DANA SERTF DALAM SEHARI Rp 1.000.000.000 MENDAPAT BUNGA Rp.192.307.per hari JADI ANDA PIKIR KALAU DANA SERTF JMLNYA 39 M MAKA BUNGA 1 HARI 7.450.000. PERHARI PADAHAL DANA ITU SUDAH MASAUK KE KAS TGL 19 MARET. REKAN PIKIR SNDIRI LHA JUMLAHNYA………

  12. Sidi
    4 Juli 2012 pukul 22:48

    Ini yang dah 16 tahun ngajar juga dah gol 4 ,,,S1 dah puluhan tahun jam kerja lebih dari 24 ,belum dapat giliran….(yang gak pantas dapat dihentikan…bengok2…)

  13. gondhez
    7 Juli 2012 pukul 12:22

    Lha hutang dipakai beli brang mewah kog.guru sekarang q materialistis penyebab kebrngkrutan negara/daerah ya sertifikasi guru ini.semoga segera hilang sertifikasi ini.

  14. sukra aja
    3 Agustus 2012 pukul 20:09

    SEBENARNYA TAK PERLU DILANDASI PERASAAN IRI DALAM BICARA HAL INI .GURU ITU MANUSIA ”SARWO NRIMO”,KOK APALAGI YANG TUA TUA ITU AKU TAHU BETUL,DUNIA MEREKA. MAU DIPASUNG,DIPRES,DIAPAKAN ,KATANYA MANUT. LA WONG SEJAK GAJI RP 16 960 YO URIP,SEBELUM GUSDUR 150.000 YOURIP SAIKI TERSERAH, TAPI INGAT2, ”SIAPA NJEGAL BAKAL KEJEGAL” ” SIAPA MENGHUJAT ORANG2 TULUS BAKAL NGUNDHUH WOHING PAKARTI. WIS OJO NGONO TERUS , ” SUNGKEM KAGEM BAPAK IBU GURUKU”

  15. agus prasmanto
    23 Agustus 2012 pukul 10:40

    bagaimana guru slb pemalang tunjangannya belum juga cair

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris
  • RUMAH DIKONTRAKKAN

    Rumah Dikontrakkan,LT 254M2,LB 225M2,7Kmr,3K Mandi, Garasi, Jl.Kencur No.48, Rt 03/11, Kag…

Menarik Juga »