PENGRUSAKAN MAKAM
Lagi, Puluhan Batu Nisan Porak-poranda

NISAN RUSAK--Sriyanto, 42, warga Dukuh Gempol, Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten, menyaksikan sebuah nisan yang rusak di Permakaman Umum Ploso, Selasa (26/6/2012).(Moh Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS) NISAN RUSAK--Sriyanto, 42, warga Dukuh Gempol, Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten, menyaksikan sebuah nisan yang rusak di Permakaman Umum Ploso, Selasa (26/6/2012).(Moh Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS)

KLATEN–Puluhan batu nisan ditemukan dalam kondisi porak-poranda di Permakaman Umum Ploso, Dukuh Ngemplak, Desa Kadilanggon., Kecamatan Wedi, Klaten.

Pantauan Solopos.com di lokasi, Selasa (26/6/2012), rata-rata batu nisan itu mengalami kerusakan pada bagian atasnya. Potongan-potongan batu nisan itu tergeletak tak beraturan di lokasi.

Diduga, batu nisan itu dipukul dengan benda keras semacam martil. Warga sekitar tidak mengetahui pasti kapan peristiwa perusakan puluhan batu nisan itu terjadi. “Sekitar tanggal 15 Juni lalu saya sudah melihat ada batu nisan yang rusak ketika saya sedang membakar sampah di sini. Tetapi, saya tidak curiga batu nisan yang rusak sebanyak ini,” papar Sriyanto, 42, warga Dukuh Gempol, Desa Kadilanggon, saat ditemui di lokasi.

Warga sekitar baru menyadari Permakaman Umum Ploso dirusak orang tak dikenal hari ini. Mereka lalu melaporkan kasus itu ke Mapolsek Wedi. Mendapati laporan itu, sejumlah polisi terjun ke lokasi untuk memeriksa kondisi permakaman itu. Hingga kini polisi masih menyelidiki modus dan pelaku perusakan batu nisan itu.

Sebelumnya, puluhan batu nisan di Permakaman Dukuh Bangilan, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten juga ditemukan dalam kondisi porak-poranda, Jumat (15/6/2012). Terdapat empat  batu nisan yang dibongkar dari tempatnya semula. Potongan-potongan batu nisan itu dibiarkan porak-poranda di lokasi oleh pelaku.

Modus dan pelaku insiden perusakan permakaman itu masih menjadi tanda tanya besar di benak warga sekitar. Diduga perusakan makam itu dilakukan oleh kelompok orang. “Untuk membongkar batu nisan seberat itu tidak mungkin dilakukan seorang diri. Kalau dilakukan seorang diri, kerusakannya juga tidak akan separah itu,” ujar Ketua RT 8/RW III, Dukuh Bangilan, Widodo.

Editor: | dalam: Klaten |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »