MASIH ALAMI-Air Terjun Watu Jadah di Dusun Grenjeng, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno waktu kali pertama dibuka oleh warga setempat. Keadannya saat itu masih alami karena belum terjamah manusia. Dalam waktu dekat, air terjun tersebut akan dibuka secara resmi saat acara Gugah Desa oleh Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto. (JIBI/SOLOPOS/Ayu Abriyani KP) MASIH ALAMI-Air Terjun Watu Jadah di Dusun Grenjeng, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno waktu kali pertama dibuka oleh warga setempat. Keadannya saat itu masih alami karena belum terjamah manusia. Dalam waktu dekat, air terjun tersebut akan dibuka secara resmi saat acara Gugah Desa oleh Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto. (JIBI/SOLOPOS/Ayu Abriyani KP)
Selasa, 19 Juni 2012 15:40 WIB Ayu Abriyani KP/JIBI/SOLOPOS Wonogiri Share :

AIR TERJUN WATU JADAH Bakal Jadi Kawasan Wisata

MASIH ALAMI -- Air Terjun Watu Jadah di Dusun Grenjeng, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno waktu kali pertama dibuka oleh warga setempat beberapa waktu lalu. Keadannya saat itu masih alami karena belum terjamah manusia. Dalam waktu dekat, air terjun tersebut akan dibuka secara resmi saat acara Gugah Desa oleh Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto. (JIBI/SOLOPOS/Ayu Abriyani KP)

WONOGIRI – Air Terjun Binangun Watu Jadah di Dusun Grenjeng, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno dalam waktu dekat akan dibuka secara resmi untuk kawasan wisata. Camat Jatipurno, Agus Sarmanto, mengatakan peresmian itu rencananya digabung dengan acara Gugah Desa Bupati Wonogiri. “Nanti, kami akan mengajak bupati ke lokasi air terjun di sela-sela acara gugah desa,” katanya, Selasa (19/6/2012).

Ia menambahkan, pengelolaan kawasan wisata air terjun itu akan dilakukan paguyuban desa wisata dan retribusinya masuk ke BUMDes untuk pengembangan desa dan lokasi wisata. Setelah dibuka secara resmi, pengunjung akan dikenai retribusi Rp3.000 per orang dan dari jumlah itu, Rp1.000 untuk biaya parkir. Saat ini, jumlah pengunjung dalam satu pekan mencapai sekitar 1.000 orang.

Pihak desa dan warga juga masih melakukan pelebaran jalan menuju air terjun tersebut. “Kami masih mengembangkan untuk gazebo dan bumi perkemahan. Juga jalur hiking yang merupakan jalur lama dengan berjalan kaki menuju air terjun dan wisata ritual,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga setempat rela melepas lahan mereka yang berjumlah total 3.000 meter tanpa dibayar. Padahal, jika dinominalkan, jumlahnya mencapai Rp54 juta. Hingga saat ini, warga juga masih terlibat dalam pengembangan kawasan air terjun yang dilakukan dengan kerja bakti. Ada sekitar 2.000 warga terlibat dalam kerja bakti yang diadakan mulai tanggal 31 Desember 2011.

lowongan kerja
lowongan kerja SPBU ARDIFA GRUP, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

Leave a Reply



sepatu

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…