PABRIK TEKSTIL
China Berencana Bangun Pabrik Tekstil di Soloraya

Ilustrasi unit produksi PT Sritex, Sukoharjo (Oriza Vilosa/JIBI/Solopos)Ilustrasi unit produksi PT Sritex, Sukoharjo (Oriza Vilosa/JIBI/Solopos)

SOLO- China berencana membangun pabrik tekstil di wilayah Jawa Tengah. Beberapa wilayah di Soloraya, seperti Sragen, Boyolali dan Wonogiri menjadi salah satu alternatif pilihan tempat.

Hal ini terungkap ketika Chamber of Commerce (Kadin) China Bidang Ekspor Impor Tekstil melakukan kunjungan ke pabrik Sritex, Jumat (8/6/2012). Rombongan Kadin China yang diikuti oleh 15 perwakilan perusahaan tekstil besar di China menyampaikan niat mereka melalui Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudradjat.

“Yang jelas pilihannya adalah Jateng. Bisa Sragen, Boyolali atau Wonogiri. Kalau di Boyolali itu sudah jelas akan masuk pabrik tekstil dari Korea. Tapi kalau China ini, mereka masih mempertimbangkan beberapa aspek, mulai dari SDM, infrastruktur, ketersediaan listrik dan harga tanah,” kata Ade.

Investasi tersebut diperkirakan akan menyerap 300.000 tenaga kerja dan butuh tanah seluas 500 hektare. “Kalau nilai investasinya saya belum tahu.”

Sementara, kedatangan Kadin China Bidang Tekstil ke Sritex kemarin juga dilatarbelakangi beberapa tujuan, selain ingin mengetahui potensi yang dimiliki Jateng. “China ingin menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia-China pasca free trade area (FTA). Kemudian, menindaklanjuti rencana investasi pabrik tekstil China ke Jawa Tengah dan memperluas jaringan antara China dan Indonesia untuk menggenjot ekspor ke Amerika Latin,” kata Ade, di sela-sela pertemuan.

Sementara, Presiden Direktur PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto, menyampaikan Sritex sudah melakukan ekspor ke China dengan volume rata-rata Rp10 miliar per bulan atau sekitar 3% dari total penjualan. Masuknya perusahaan tekstil dari China ke wilayah Soloraya dinilai bukan sebuah ancaman. “Ini adalah mitra,” kata dia.

Sementara itu, rombongan Kadin China yang pimpin oleh China Chamber of Commerce for Impor Expor Tekstile, Jiang Hui, juga memaparkan potensi tekstil yang ada di China, yang kemungkinan bisa dikembangkan di Indonesia.

Wakil Ketua Kadin Indonesia, Mintarjo Halim, menyampaikan rencana investasi China ke Jateng sudah mendapat dukungan dari pemerintah provinsi. Pihaknya mengakui, merealisasikan investasi ini memang tidak mudah. “Tapi dengan kerja sama yang baik, harapannya bisa terealisasi. Dan ke depan kerja sama ini tidak hanya untuk kepentingan dua negara tapi juga negara lain yang menjadi tujuan ekspor.”

Editor: | dalam: Ekonomi |
Menarik Juga »