RUSUNAWA SOLO
Lahan Minim, Rusunawa Terpadu Jalan Terus

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

SOLO-Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo bertekad menggolkan rencana pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) terpadu di tanah hak pakai (HP) Pemkot Solo di belakang SMAN 8 Solo.

Keterbatasan luas lahan akan disiasati dengan cara mengintegrasikan Rusunawa dengan fasilitas publik di sekitar kompleks/kawasan.

Penjelasan itu disampaikan Kepala DPU Solo, Agus Djoko Witiarso saat ditemui solopos.com di kantornya, Selasa (5/6/2012). “Karena minimnya lahan kami pilih integrasi dengan kawasan sekitar. Kebetulan di sekitar lokasi sudah ada fasilitas seperti sekolah dan Puskesmas,” katanya.

Mengenai opsi pembebasan lahan pribadi untuk memenuhi kekurangan lahan Rusunawa terpadu, menurut Agus tidak jadi prioritas. Pendapat senada disampaikan Kepala UPTD Rumah Sewa DPU Solo, Toto Jayanto.

Dia menekankan opsi integrasi dengan kawasan di sekitar ketimbang pembebasan lahan untuk Rusunawa terpadu. Alasannya fasilitas publik seperti sekolah sudah ada dan hanya berjarak beberapa meter saja. Begitu juga Puskesmas pembantu (Pustu) sudah ada dalam radius terjangkau.

Di sisi lain opsi pembebasan lahan untuk menutup kekurangan lahan membutuhkan anggaran mencapai miliaran rupiah. Toto mengungkapkan saat ini masih banyak warga Solo yang antre sewa Rusunawa Kerkop. Bila dihitung kapasitas Rusunawa Kerkop yang rencananya akan beroperasi tahun ini, bakal ada ratusan warga yang tidak tertampung.

Sehingga mereka akan ditempatkan di Rusunawa terpadu bila jadi dibangun. “Lampu hijau anggaran sudah ada dari kementerian,” ujarnya.

Editor: | dalam: Solo |
Menarik Juga »