FOSIL KEPALA KERBAU--Konservator, Dodi Wiranto menunjukan salah satu temuan kepala kerbau purba (bubalus paleo kerabau) di ruang pelestarian Sangiran, Jumat (1/5/2012).(Andi Sumarsono/Espos) FOSIL KEPALA KERBAU--Konservator, Dodi Wiranto menunjukan salah satu temuan kepala kerbau purba (bubalus paleo kerabau) di ruang pelestarian Sangiran, Jumat (1/5/2012).(Andi Sumarsono/Espos)
Jumat, 1 Juni 2012 21:00 WIB Andi Sumarsono/JIBI/SOLOPOS Sragen Share :

FOSIL Kerbau Purba Berumur 700.000 Tahun Ditemukan

FOSIL KEPALA KERBAU--Konservator, Dodi Wiranto menunjukan salah satu temuan kepala kerbau purba (bubalus paleo kerabau) di ruang pelestarian Sangiran, Jumat (1/5/2012).(Andi Sumarsono/Espos)

FOSIL KEPALA KERBAU--Konservator, Dodi Wiranto menunjukan salah satu temuan kepala kerbau purba (bubalus paleo kerabau) di ruang pelestarian Sangiran, Jumat (1/5/2012).(Andi Sumarsono/Espos)

SRAGEN--Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran kembali menambah koleksi fosil kepala kerbau purba atau ‘bubalus paleo kerabau’. Konservator BPSMP Sangiran, Dodi Wiranto, 38, saat ditemui Solopos.com, Jumat (1/6/2012), mengatakan, fosil kepala kerbau tersebut ditemukan oleh warga bernama Subur,47, pada Jumat (25/5/2012), di tebing daerah Pucung, Dayu, Gondangrejo, Karanganyar.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, saat penemuan, Subur sedang berjalan-jalan di dekat tebing yang beberapa waktu yang lalu digunakan tim BPSMP Sangiran untuk penelitian.

Saat itu tanah di tebing longsor dan Subur melihat benda aneh mirip kepala kerbau lalu diserahkan kepada pihak BPSMP.

Dodi menambahkan, saat evakuasi  terjadi kesulitan, karena kepala kerbau   itu sudah dilapisi lapisan kapur sehingga mudah hancur. Dia menduga kepala kerbau purba ini berumur lebih dari 700.000 tahun.

Saat ini tim BPSMP Sangiran baru akan mengadakan konservasi, yaitu dengan pembersihan dan pengawetan. Kondisi saat ditemukan kepala kerbau ini tinggal 50% saja. “Kami akan beri lapisan gypsum untuk memperjelas bentuk dan ukuran aslinya,”terangnya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…