PEMERAN KARYA-Pengunjung mengamati sejumlah karya yang dipajang dalam sebuah pameran di kompleks Taman Budaya Surakarta (TBS), Solo, Rabu (30/5) malam. Total 70 karya Sanggar Bina Anak Nusantara dipamerkan selama lima hari. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto) PEMERAN KARYA-Pengunjung mengamati sejumlah karya yang dipajang dalam sebuah pameran di kompleks Taman Budaya Surakarta (TBS), Solo, Rabu (30/5) malam. Total 70 karya Sanggar Bina Anak Nusantara dipamerkan selama lima hari. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)
Kamis, 31 Mei 2012 20:40 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/SOLOPOS Issue Share :

PAMERAN LUKISAN
Ekspresi Unik Sang Pelukis Cilik

PEMERAN KARYA-Pengunjung mengamati sejumlah karya yang dipajang dalam sebuah pameran di kompleks Taman Budaya Surakarta (TBS), Solo, Rabu (30/5) malam. Total 70 karya Sanggar Bina Anak Nusantara dipamerkan selama lima hari. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

PAMERAN KARYA-Pengunjung mengamati sejumlah karya yang dipajang dalam sebuah pameran di kompleks Taman Budaya Surakarta (TBS), Solo, Rabu (30/5/2012) malam. Total 70 karya Sanggar Bina Anak Nusantara dipamerkan selama lima hari. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

Pemandangan alam adalah objek yang sering dibidik para pelukis cilik. Hamparan sawah, gunung kembar dan matahari terbit sudah menjadi goresan khas anak-anak. Namun apa jadinya jika gunung kembar itu berubah menjadi tiga?

Ekspresi unik ini tergambar di karya milik Putri, 5. Siswi TK Pertiwi Gagaksipat itu seolah melawan bentuk baku pemandangan alam. Goresan pastel warna-warni menambah kesan ceria objek lukisan.

Lukisan Putri menjadi salah satu karya yang dipajang dalam pameran lukisan anak Mengungkap Angan di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Surakarta, Minggu-Kamis (27-31/5/2012). Sekitar 70 lukisan anak dijembreng dalam pameran besutan Bina Anak Nusantara itu. “Kegiatan ini untuk membentuk anak lebih kreatif dan percaya diri dalam berkarya. Bagi kami, tidak ada lukisan baik atau buruk,” ujar ketua panitia, Chomsa Yahya, saat ditemui Solopos.com di area pameran, Rabu (30/5/2012) malam.

Menurut Chomsa, anak-anak bebas menorehkan apa yang dipikirkannya dalam lukisan. Jika Putri berimajinasi dengan tiga gunung, lain halnya Laura Liem. Siswi SD Focus Independent School Manahan ini asyik membikin karakter kartun sendiri.

Sosok yang ia beri nama Lucky Girl ini digambarkan layaknya malaikat. Memiliki sayap dan alat musik harpa. Di sudut lain, Ichwanda Yudita menunjukkan ketelitiannya menggambar lukisan perspektif. Atmosfer Kota Tangerang yang padat dan dipenuhi gedung pencakar menjadi obyek siswa SMP di Karanganyar ini.

Selain pameran lukisan, kegiatan tersebut menggelar lomba mewarnai tokoh wayang. Siswa TK Sukosari, Panggih Puspa, terpilih menjadi Juara I Kategori TK. Sementara siswa MI Muhammadiyah Karanganyar, Raihan Alwi, sukses meraih Juara I Kategori SD.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….