KISRUH KERATON SOLO
Raja Hangabehi dan Tedjowulan Diadang Para Sentana

Pintu Gerbang Kamandungan Utara Keraton Surakarta (Agoes Rudianto/JIBI/SOLOPOS)Pintu Gerbang Kamandungan Utara Keraton Surakarta (Agoes Rudianto/JIBI/SOLOPOS)

Pintu Gerbang Keraton Surakarta (Agoes Rudianto/JIBI/SOLOPOS)

SOLO- PB XIII Hangabehi dan KGPHPA Tedjowulan tidak bisa memasuki Keraton Solo karena pintu gerbang Kamandungan Utara dikunci, Kamis (24/5/2012) siang.

KP Satryo Hadinagoro bersama para sentana mengadang rombongan yang hendak memasuki kawasan Keraton Solo.

Aksi ini menimbulkan kemarahan rombongan PB XIII Hangabehi dan KGPHPA Tedjowulan. Bahkan pendukung rekonsiliasi dua raja tersebut sempat mengedor-gedor pintu gerbang.

Tidak hanya itu salah satu putra raja PB XII, GPH Surya Wicaksono sempat marah atas tindakan KP Satryo Hadinagoro yang berani menutup pintu gerbang dan mengadang kedatangan rombongan.

Berita Terkait

Editor: | dalam: Solo |

4 Komentar pada “KISRUH KERATON SOLO: Raja Hangabehi dan Tedjowulan Diadang Para Sentana”

  1. Capcus
    24 Mei 2012 pukul 13:28

    Nah, semakin kelihatan kan siapa yang sebenarnya tidak mau damai. Tempo hari rakyat masih bingung karena Raja ada dua, sekarang kedua Raja sudah berdamai, malah dihalang-halangi oknum Istana. Jelas sekali niatan jeleknya.

  2. 24 Mei 2012 pukul 15:19

    Tahapan ini amat menarik dan baik jika KGPA Mangkubumi melihat rekonsiliasi ayah dan paman handanya suatu hal yang positif dan mampu menenangkan dewan adat yang diketuai KP Satryo Hadinegoro yang merupakan paman inlaw. Ingat Kasunanan Surakarta sudah mempunyai pengalaman atas kejadian seperti ini, sayang pasca kejadian kekalahan dan kerugian tetap pada Kasunanan hingga akhir tahun 1939 sebenarnya kekuasaan atas wilayah dan legimitasi oleh rakyatnya udah habis, Kami berharap pertikaian yang tidak ada manfaatnya sperti ini hendaknya segera dihentikan dan tidak pernah terjadi lagi dan akhir yang diharapkan Kasunanan Surakarta dapa dan mampu melestarikan peninggalan budaya adiluhung, bukan budaya monarki karena dunia telah dan mengarah demokrasi.

  3. Bagong
    25 Mei 2012 pukul 00:55

    Sing jenenge keluarga keraton kui sing inti yo anak turune raja, dudu mantu. Lha ini sing marakke ruwet kraton kui koyone justru para mantu. Biyen ngedu kakang karo adi, saikine ngedu bapak karo anak. Walah2… eling dho ngilo o, kowe biyen sopo.

  4. 25 Mei 2012 pukul 08:46

    kayak kethoprak…..sebagai orang Solo kami malu…………..

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris
  • RUMAH DIKONTRAKKAN

    Rumah Dikontrakkan,LT 254M2,LB 225M2,7Kmr,3K Mandi, Garasi, Jl.Kencur No.48, Rt 03/11, Kag…

Menarik Juga ยป