PERAWATAN -- Para pegiat wisata yang tergabung dalam Asita, kalangan perhotelan dan masyarakat umum saat ikut ambil bagian dalam kerja bakti pembersihan Keraton Solo beberapa waktu lalu. Kalangan pariwisata mengaku ikut prihatin dengan potensi konflik baru di lingkup keluarga Keraton Solo. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha) PERAWATAN -- Para pegiat wisata yang tergabung dalam Asita, kalangan perhotelan dan masyarakat umum saat ikut ambil bagian dalam kerja bakti pembersihan Keraton Solo beberapa waktu lalu. Kalangan pariwisata mengaku ikut prihatin dengan potensi konflik baru di lingkup keluarga Keraton Solo. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)
Selasa, 22 Mei 2012 13:11 WIB R Bambang Aris Sasangka/JIBI/SOLOPOS Ekonomi Share :

KONFLIK KERATON SOLO
Dunia Pariwisata Ikut Dirugikan

PERAWATAN -- Para pegiat wisata yang tergabung dalam Asita, kalangan perhotelan dan masyarakat umum saat ikut ambil bagian dalam kerja bakti pembersihan Keraton Solo beberapa waktu lalu. Kalangan pariwisata mengaku ikut prihatin dengan potensi konflik baru di lingkup keluarga Keraton Solo. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

SOLO – Kalangan pegiat pariwisata merasa kecewa dan dirugikan dengan kabar konflik baru yang merebak di lingkup Keraton Solo. Konflik baru ini dinilai akan memberikan citra buruk bagi pengembanga wisata di Kota Solo.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Solo, Suharto, saat mengikuti acara diskusi Rembug Soloraya yang digelar SOLOPOS dan SOLOPOS FM yang membahas masalah rekonsiliasi di Keraton Solo, Selasa (22/5/2012). “Konflik ini secara langsung atau tidak langsung berdampak pada masyarakat dan dunia pariwisata,” katanya. “Orang luar ketika tahu ada berita-berita konflik ini selalu bertanya-tanya ‘Solo ada apa, Solo ada apa,'” ujarnya.

Suharto juga menyangkal pendapat jika masyarakat saat ini sudah tidak peduli lagi dengan kondisi Keraton Solo. “Jangan salah, masyarakat masih sangat peduli. Bahkan waktu saya dan teman-teman Asita membuat acara kerja bakti pembersihan keraton, sangat banyak pihak yang terlibat, ada hotel, pelajar dan masyarakat umum. Jadi salah sekali kalau bilang masyarakat tidak peduli,” tegasnya.

Lebih jauh Suharto juga mengimbau seluruh kalangan mendukung proses rekonsiliasi untuk mewujudkan Keraton Solo yang lebih baik dan harmonis. “Jangan ada lagi yang mengipas-ngipasi konflik. Apa yang sudah adem jangan dipanas-panasi. Media juga harus ikut memelihara ketenangan situasi,” tukasnya. “Keraton sendiri juga harus bersikap baik, yaitu baik bagi dirinya sendiri, baik bagi masyarakatnya dan baik bagi negara,” imbuhnya.

lowongan kerja
lowongan kerja TOKO ESTU LUWES, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

Leave a Reply



refresh

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…