google.img google.img
Kamis, 10 Mei 2012 07:34 WIB JIBI/SOLOPOS/Trianto Hery Suryono Kesehatan Share :

PENGGUNAAN PEMBALUT
Awas! Pembalut Wanita Rentan Kanker

google.img

WONOGIRI–Pembalut wanita bisa menjadi penyebab kanker apabila dipakai terlalu lama. Kondisi itu dikarenakan bahan baku pembalut adalah limbah kertas dan kayu sehingga di setiap kemasan ada saran penggunaan, yakni tiga jam.

Pernyataan itu disampaikan oleh Hery Purwanto dari Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI) Jakarta saat berbicara di hadapan 150-an karyawan Toserba Luwes, Rabu (9/5/2012). “Penggunaan pembalut disarankan tiga jam sekali diganti agar lebih aman,” ujar Hery.

Dijelaskan olehnya, penyebab kanker di antaranya pola makan yang tak mengindahkan kesehatan. Menurutnya, seorang karyawan yang sangat sibuk sangat rentan terserang kanker dikarenakan makanan yang disantap dimungkinkan mengandung zat penyedap rasa, pemanis buatan, pewarna serta borak.

Lebih lanjut dijelaskannya, gejala kanker berbeda-beda baik kanker payudara, kanker rahim maupun kanker prostat. “Faktor penyebab kanker di antaranya keturunan, lingkungan seperti limbah pabrik polusi udara, radiasi dan asap rokok serta makanan yang mengandung banyak karsinogen.”

Hery menyatakan, guna mengindari kanker seseorang disarankan untuk olahraga secara teratur, memperbanyak zat antiosidan dan imuno terapi kanker. Saat ajang tanya jawab, seorang karyawan setempat, Endri menanyakan apakah benjolan yang ada di tubuh seseorang akan berbahaya menjadi kanker.

Hery menyatakan selama benjolan statis tidak akan membahayakan. Manajer Toserba Luwes Wonogiri, Lagiyato menyatakan, pembekalan tentang kesehatan terhadap karyawan sangat dibutuhkan agar tidak lengah.

“Pola makan terpulang pada pribadi masing-masing karyawan. Dengan pengetahuan tadi diharapkan semua karyawan Toserba Luwes bisa memiliki pola makan sehat. Penyuluhan-penyuluhan kesehatan akan terus ditingkatkan agar semua karyawan sehat sehingga usaha lancar,” jelasnya.

Lowongan Pekerjaan
Dibutuhkan karyawan/karyawati bagian admin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…