KORBAN BENTROK—Anggota pendukung Persis Solo, Pasoepati, Joko Susilo alias Epek, 32, yang mengalami luka berat saat kericuhan suporter dilaga PSS Sleman versus Persis Solo, tergolek di RS Panti Waluyo Solo, Senin (23/4/2012). Dirinya seharusnya menjalani operasi, namun hal itu belum terlaksana karena terganjal masalah biaya. (JIBI/SOLOPOS/Hanifah Kusumastuti) KORBAN BENTROK—Anggota pendukung Persis Solo, Pasoepati, Joko Susilo alias Epek, 32, yang mengalami luka berat saat kericuhan suporter dilaga PSS Sleman versus Persis Solo, tergolek di RS Panti Waluyo Solo, Senin (23/4/2012). Dirinya seharusnya menjalani operasi, namun hal itu belum terlaksana karena terganjal masalah biaya. (JIBI/SOLOPOS/Hanifah Kusumastuti)
Senin, 23 April 2012 21:07 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/SOLOPOS Sport Share :

PASOEPATI BENTROK
Perawatan Korban Bentrok Suporter Terganjal Biaya Operasi

Joko Susilo alias Epek, 32, tergolek tak berdaya di salah satu tempat tidur di Ruang Dahlia, RS Panti Waluyo Solo, Senin (23/4/2012). Mata bagian kanan dan separuh kepalanya ditutupi kain perban. Bekas ceceran darah masih terlihat jelas menempel di baju serta celana pria yang sehari-hari menjadi loper koran itu.

“Matanya ini dipukul pakai batako. Kepalanya juga luka parah. Tulang hidungnya patah dan masuk ke dalam,” jelas Moertono, 25, mengisahkan kondisi rekannya yang menjadi korban kebrutalan suporter Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania saat pertandingan PSS Sleman versus Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (21/4/2012) lalu.

KORBAN BENTROK — Anggota pendukung Persis Solo, Pasoepati, Joko Susilo alias Epek, 32, yang mengalami luka berat saat kericuhan suporter di laga PSS Sleman versus Persis Solo, tergolek di RS Panti Waluyo Solo, Senin (23/4/2012). Dirinya seharusnya menjalani operasi, namun hal itu belum terlaksana karena terganjal masalah biaya. (JIBI/SOLOPOS/Hanifah Kusumastuti)

Moertono masih ingat betul, saat melihat Joko tergolek di pelataran stadion, dia langsung berteriak-teriak meminta tolong. Tapi dengan kondisi yang memanas diiringi aksi saling lempar benda-benda keras, seolah tidak ada satu orang pun yang berpikiran jernih saat itu.

Mau tak mau, Moertono langsung melarikan anggota Pasoepati dari Bratan, Laweyan Solo itu sendirian dengan sepeda motor ke RSI Jogja. Selama dalam perjalanan, darah yang keluar melalui luka-luka di kepala Joko terus mengucur ke bajunya.
“Saya benar-benar tidak tega. Sekarang keluarganya juga di Jakarta. Sejak dipindah dari RSI Jogja ke Panto Waluyo, kesadarannya belum pulih benar,” terang Moertono.

Jarak 5 meter dari tempat tidur Joko, terdapat pria bertubuh kekar bernama Bagus Hernanto Kusumoputro, 25. Dia juga tergolek lemah di ranjang rumah sakit. Di bagian kaki kanannya terdapat luka sedalam hampir 4 cm bekas lemparan benda keras.

Bagus juga merupakan salah satu anggota Pasoepati yang mengalami luka berat saat bentrok di kandang PSS Sleman. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe itu tak menyangka kedatanganya ke Jogja untuk mendukung kesebelasan Persis akan berakhir tragis. “Saya sudah jadi anggota Pasoepati sejak masih SMP. Tapi baru kali ini mengalami kejadian seperti ini,” sambung Bagus yang tercatat sebagai anggota Pasoepati dari Panularan, Laweyan, itu.

Baik Joko maupun Bagus sama-sama harus menjalani operasi atas cedera parah yang mereka alami. Namun, biaya operasi yang mencapai jutaan rupiah, masih menjadi kendala bagi keduanya. “Dari rumah sakit, katanya biaya untuk operasi saja mencapai Rp 3,2 juta. Mereka minta DP dulu. Sampai sekarang belum bisa ngasih, jadi belum juga dioperasi. Kami sudah laporkan ke DPP Pasoepati dan semoga ada penggalangan dana,” sambung Moertono kepada wartawan.

Terpisah, Sekjen Pasoepati, Anwar Sanusi bersama beberapa pengurus DPP Pasoepati lainnya mengambil 32 sepeda motor milik anggotanya yang tertahan di Mapolres Sleman, DIY. Sebagian besar sepeda motor itu mengalami rusak berat dan beberapa onderdilnya copot.

Sementara mengenai nasib korban bentrok, Anwar mengaku DPP Pasoepati bakal melakukan penggalangan dana bagi Joko dan Bagus. Penyerangan BCS dan Slemania kepada suporter Persis di Sleman itu juga akan dibahas para pengurus Korwil Pasoepati. “Bisa dibilang ini kejadian paling menyakitkan bagi kami,” terang Anwar via telepon.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BUSANA REMAJA AGRACIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

Leave a Reply



PROMO SPESIAL
Pemikiran Karl Marx ( Cover Baru)
WONDERFUL LIFE: THE NOVEL
Dalam Bayang-Bayang Lenin [Cover Baru]
Dari Mao Ke Marcuse [Cover Baru]

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…