ABG TEWAS
Keluarga Korban Bantah Anaknya Bunuh Diri

tewas2

SRAGEN--Keluarga Ririn Mayasari, 16, pelajar salah satu SMK swasta di Sragen yang ditemukan meninggal di aliran sungai Bengawan Solo, Selasa (10/4/2012), membantah anaknya meninggal karena bunuh diri.

Orang tua korban, Mugino, 45, dan Suparmi, 40, menilai ada kejanggalan pada kematian anak pertama mereka yang dikabarkan meninggal setelah terjun dari jembatan Mantingan, Ngawi, Minggu (8/4/2012), sekitar pukul 19.00 WIB. Kecurigaan kedua orang tua Ririn bermula setelah membaca dan mencermati dua pesan singkat yang dikirim dari nomor handphone Ririn kepada salah satu kerabat. Pesan tersebut dikirim Minggu, sekitar pukul 16.11 WIB dan 18.01 WIB.

Satu pesan berisi “Aku iki kesasar tkan ngawi lek. Aku ngeko ojo dseneni.” Dan satu pesan lagi berisi Ririn pamit dan minta maaf pada keluarga, Q gak iso bali. Q neg jmbatan kandang sapi, jawa timur. Q pamit lek. Maaf ae go kluarga q cynx kalian semua. Maaf q nekat mati omog.ke nanda q cinta bgte row nanda.

“Saya curiga dengan bahasa yang digunakan itu bukan bahasa anak saya. Saya juga mendapat telepon dari handphone Ririn sekitar pukul 17.00 WIB. Perempuan di telepon itu bilang Saya main sejak pagi sampai sore kok enggak ada yang mencari. Saya yakin itu bukan suara anak saya,” kata Mugino saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Dukuh Kalongan, RT 007, Desa Cemeng, Sambungmacan, Rabu (11/4/2012).

Suparmi mengelus dada setiap kali teringat saat mereka mencari anak perempuannya. Mereka mencari ke jembatan Kandang Sapi yang disebut di dalam pesan singkat hingga rumah lelaki yang dikatakan sebagai mantan pacar Ririn, sekitar pukul 19.30 WIB.

Pihak keluarga berharap kasus kematian anaknya betul-betul ditangani pihak berwajib. “Kami tidak ada masalah dalam keluarga. Saya yakin anak saya enggak bunuh diri. Saya minta pihak berwajib menangani kasus ini dengan serius. Saya serahkan semuanya kepada pihak berwajib,” imbuh Suparmi.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Kapolsek Mantingan, AKP Suroso, mewakili Kapolres Ngawi, AKBP Edy Djunaedi menuturkan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami sudah memeriksa ketiga saksi. Hasil pemeriksaan akan kita cocokkan dengan rekonstruksi di lapangan. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sejauh ini belum ada bukti mengarah dugaan pembunuhan. Kami masih mengupayakan mencari informasi lebih lanjut,” pungkasnya.

Lowongan Kerja
Staf HRD, Supervisor, Administrasi, Marketing, informasi selengkapnya

KLIK DISINI

Editor: | dalam: Sragen |

4 Komentar pada “ABG TEWAS: Keluarga Korban Bantah Anaknya Bunuh Diri”

  1. bang_dien
    13 April 2012 pukul 08:53

    kalau hal seperti ini tidak segera di usut dengan tuntas, transparan sangat memprihatinkan.. orang yang bersalah bisa menjadi benar, orang benar bisa menjadi barsalah. . menurut cerita disekitar TKP laki-laki mantan pacarnya yang menceburkan ke bengawan….! mohon diusut yang serius… kasihan keluarga yang ditinggal….

  2. asmono
    16 April 2012 pukul 08:57

    pak polisi tunjukkan kemampuanmu…! tangkap pelakunya… woyo woyo jos….!

  3. widiyawati
    18 April 2012 pukul 10:33

    saya meminta kepada pihak yang berwajib agar mengusut tuntas kasus adik saya ini
    apabila benar adik saya dibunuh saya minta orang itu dihukum seumur hidup
    terimakasih

  4. 19 April 2012 pukul 12:14

    Saya sebagai kakak dari ririn,,,,,
    mohon pihak berkuasa usut tuntas kasus ini….
    Q gak yakin klu ririn bunuh diri,,,,
    pelaku harus dihukum mati….
    NYAWA BALAS DENGAN NYAWA,,,,
    pihak berkuasa buktikan kemampuaMu…

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga »