KERAJINAN KAYU--Beberapa hasil kerajinan dari limbah kayu produksi UD Kelapa Budaya , Klaten  dipamerkan dalam pameran Rakesnas Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Megaland, Purwosari, Solo. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS) KERAJINAN KAYU--Beberapa hasil kerajinan dari limbah kayu produksi UD Kelapa Budaya , Klaten dipamerkan dalam pameran Rakesnas Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Megaland, Purwosari, Solo. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Selasa, 10 April 2012 09:47 WIB Hijriyah Alwakidah/JIBI/SOLOPOS Ekonomi Share :

LIMBAH MEBEL
Jual kreasi dari limbah mebel...

KERAJINAN KAYU--Beberapa hasil kerajinan dari limbah kayu produksi UD Kelapa Budaya , Klaten dipamerkan dalam pameran Rakesnas Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Megaland, Purwosari, Solo. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

Bentuknya unik, cantik dan menarik. Warnanya yang berwarna-warni pun membuat mata tertarik buat melirik. Kap lampu hias buatan Kelapa Budaya Klaten itu bukan sembarang tutup lampu hias. Terbuat dari limbah atau sisa kayu dari industri mebel besar, kini telah disulap menjadi barang yang berpotensi ekspor.

Salah seorang karyawan UD Kelapa Budaya, Ahmad Sugiarso, saat ditemui Solopos.com, Senin (9/4/2012) di Solo menyampaikan produk-produk handicraft itu rata-rata terbuat dari limbah kayu sonokeling dan kayu glugu. “Hampir semua produk ini dibuat dari limbah yang kami ambil dari industri mebel besar di sekitar Klaten,” kata Ahmad.

Tidak hanya untuk kap lampu hias, limbah kayu itu juga dibuat beragam produk seperti, tempat sampah, kotak tisu, nampan, alas buku dan Al-Quran, tempat payung, tempat sendok, asbak dan nampan buah. “Pokoknya ada 75 macam produk.”

Produk-produk yang dibuat UD Kelapa Budaya, memang berpotensi menembus pasar ekspor. “Hal ini terbukti dari banyaknya permintaan dari asing saat kami mengikuti pameran. Tapi, kami belum bisa memenuhi permintaan karena keterbatasan sumber daya. Dan biasanya mereka mintanya dalam jumlah banyak dengan target tertentu,” imbuh Ahmad.

Dengan demikian, lanjut Ahmad, produk handicraft produksinya masih terbatas di pasar domestik. Seperti, Jakarta, Surabaya, Bogor, Medan, Jogja dan sekitarnya.

Di sisi lain, biar menarik dan bernilai lebih tinggi , Ahmad kerap memakai anyaman, lidi dan kain kasa sebagai tambahan aksen dalam produk olahan limbah mebel ini. “Seperti untuk kap lampu hias, rangka kayu dipadukan dengan kain kasa berwarna-warni agar menciptakan efek warna saat lampu menyala,” kata dia.

Produk handicraft asli Klaten ini dijual pada kisaran harga Rp25.000 hingga Rp350.000. Angka ini, tentunya sangat menguntungkan. “Ya, memang sangat menguntungkan karena hanya terbuat dari limbah yang harganya tidak seberapa. Sekali beli limbah, tentu dalam jumlah yang banyak dengan harga terjangkau. Di sini, kami lebih menawarkan produk kreatif.”

lowongan kerja
lowongan kerja PT.ANUGERAH KENCANA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

Leave a Reply



refresh

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…