Spageti Green House (Espos/Ahmad Hartanto)
Senin, 26 Maret 2012 14:08 WIB Ahmad Hartanto/JIBI/SOLOPOS Lifestyle,Kuliner Share :

Tersedia Buku bagi Pengunjung

Spageti Green House (Espos/Ahmad Hartanto)

Solo memiliki populasi pelajar dan mahasiswa yang cukup besar. Anak muda tentu butuh tempat untuk berapresiasi, berdiskusi dan bersosialisasi. Banyak tempat makan asyik namun belum tentu bisa dijadikan ajang untuk berdiskusi. Ada satu tempat nongkrong anak muda yaitu Green House yang berlokasi di Jl dr Rajiman, depan Pasar Kembang Solo. Di lokasi itu, biasa berkumpul anak muda dari sekadar menghabiskan malam hingga berdiskusi.
Menurut pegawai Green House, Rafian, kapasitas ruang pertemuan mencapai 50 orang. “Kalau ada acara seperti diskusi, di lantai III, bisa pakai kursi atau lesehan,” katanya saat ditemui Espos di lokasi itu, Kamis (22/3) malam. Sebagai tempat nongkrong anak muda, agenda diskusi yang digelar pun tak jauh dari dunia mereka. Terakhir yaitu komunitas desain grafis yang mengadakan pertemuan dan diskusi di lokasi tersebut. Green House buka pukul 16.00-23.30 WIB.
Green House menempati lantai II dan II sedang lantai I untuk clothing store. Lantai II memiliki tempat yang nyaman untuk berkumpul hingga 40 orang, baik di sofa atau pun lesehan. Sedang di lantai III lebih leluasa karena lebih luas. “Kami tidak sekadar tempat makan tapi juga ada kampanye untuk lingkungan hidup, semacam go green. Salah satu upayanya yaitu Rp100 dari setiap transaksi disumbangkan untuk lingkungan hidup, penanaman pohon,” terang Rafian.
Ke depan, Green House juga akan menjadi tempat berjualan barang-barang hasil daur ulang. Ia berharap anak muda yang datang tak sekadar menikmati makanan yang enak namun juga peduli lingkungan, menyumbangkan dana untuk lingkungan dan mendukung dengan membeli produk recycle (daur ulang). Saat ini, proses yang dilakukan yaitu memberikan pengetahuan kepada para pengunjung tentang go green lewat sejumlah poster dan banner yang terpasang di dinding kafe tersebut.
Selain tempat diskusi, Green House yang pernah bertempat di kawasan Kalitan dan Sriwedari ini menyediakan buku untuk para pengunjung. Buku tersebut dipajang di dinding dan dapat dibaca di tempat. Aneka jenis buku disediakan mulai dari buku cerita hingga politik. Menurut Rafian, selain dapat memenuhi kebutuhan perut dengan makan dan minuman enak, juga kebutuhan otak berupa pengetahuan. “Yang favorit di sini adalah cokelat, baik panas atau dingin. Harganya juga mahasiswa banget, paket Rp10.000 sudah dapat minuman cokelat dan makanan.”

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…