LP2KS
2013, Kasek Harus Miliki NUKS

Siswandari (uns.ac.id)Siswandari (uns.ac.id)

Siswandari (uns.ac.id)

SOLO--Pemerintah menerapkan kebijakan seorang kepala sekolah (Kasek) harus memiliki sertifikat Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS), mulai 2013. NUKS diperoleh Kasek jika telah lulus pendidikan dan latihan (Diklat) Kasek.

Ketua Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS), Prof Dr Siswandari MStats, mengungkapkan kuota untuk seleksi Kasek tahun 2012 sekitar 2.000-an. LP2KS akan mengadakan program piloting nasional yang melibatkan 93 kabupaten/kota dari 33 provinsi di Indonesia. Kuota per kabupaten/kota sebanyak 20 orang.

Ia menguraikan berdasarkan Permendiknas Nomor 28/2010 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah, program penyiapan calon Kasek di Indonesia akan melalui beberapa tahapan.

Pertama kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota wajib memproyeksikan kebutuhan Kasek di daerah masing-masing untuk dua tahun ke depan. Lalu mengumumkan kepada khalayak agar guru terbaik mendaftarkan menjadi calon Kasek.

“Setelah guru tersebut lolos seleksi administrasi, ia harus mengikuti seleksi akademik,” jelasnya saat ditemui wartawan di gedung rektorat UNS, Selasa (20/3/2012).

Untuk mengikuti seleksi akademik, katanya, guru tersebut harus mendapatkan rekomendasi dari Kasek dan pengawas, penilaian kinerja calon minimal baik, mampu menyusun makalah kepemimpinan kependidikan dan lulus penilaian potensi kepemimpinan. Calon juga harus respon kepada Instrumen Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK).

Setelah lulus seleksi akademik, terangnya, ada Diklat berlapis. Yaitu in service learning I, on the job learning (OJL), in service learning II. Pada OJL, calon Kasek harus magang menjadi Kasek kepada Kasek tempat ia mengajar selama 150 jam dan magang ke Kasek lain selama 50 jam. “Setelah lulus Diklat, calon Kasek itu akan mendapatkan sertifikat tanda tamat pendidikan dan sertifikat ber-NUKS,” ungkapnya.

Editor: | dalam: Pendidikan |

20 Komentar pada “LP2KS: 2013, Kasek Harus Miliki NUKS”

  1. totok triyanto
    30 Mei 2012 pukul 17:50

    bravoo lppks…seleksi yang fairplay…tp perlu di fikirkan tentang cakep yg pnya nuks di berikan reward…karena ad kemungkinan pnya nuks tapi tidak d angkat…hehehehehehehe

  2. faisal
    8 Juni 2012 pukul 19:47

    bravo LPPKS…semoga seleksinya yg fair ya…tapi kalo di daerah pengankatan kepsek tergantung bupati… jadi biar ada nuks kalo bupati ga suka ya ga jadi kepsek deh…hehehehehehe…ironis….

  3. 24 Juni 2012 pukul 19:15

    dapatkah LP2KS melaksanakan ujian secara fair, transparan, dan bebas dari intervensi. Saya rasa belum. Harus ada lembaga yang mengawasi cara penentuan kelulusan calon KS. Ini penting demi kualitas pendidikan di Indonesia.

  4. wiwiek P
    21 Desember 2012 pukul 19:32

    mohon syarat lulus seleksi cakep jangan hanya DP3, Rekomendasi Kep, rekomendasi pengawas, Makajah dan tes akademik tapi ditambah lulus UKG karena jadi kepala sekolah juga bisa jadi contoh anak buah , jangan hanya lulus cakep tapi kompetensi guru donk ?

  5. Nurbaeti Ali
    23 Desember 2012 pukul 19:55

    kpn ya…jadwal pelatihan cakep yang sdh lulus seleksi desember 2012?

  6. musriah
    13 Januari 2013 pukul 21:24

    supaya kepala sekolah bisa lebih profesional bagaimana ya kalau beliau2 itu di diklat seperti cakep yang sekarang ini di tangani LPPKS dan LPMP ???

  7. gede mudana
    18 Januari 2013 pukul 09:47

    Kpn radial diklat , ygm sh plus tens aksdemik December 2012, untuk Morowali …?

  8. purnomo
    28 Januari 2013 pukul 09:52

    bu saya sudah mengikuti IOI tapi sampai saat ini NUKS nya kok belum tau lewat mana untuk mengetahui NUKS nya ya hanya sekedar ingin tau aja nuwun.

  9. Sukis, S.Pd.
    2 Februari 2013 pukul 00:07

    Sebaiknya cakep yang lulus diklat piloting projec dan bersertifikat NUKS mendapat prioritas penempatan, masalahnya walaupun memiliki NUKS namun penempatan masih bergantung pada kebijakan pemerinah kabupaten, sehingga belum menjamin diangkat dan ditempatkkan

  10. Sukis, S.Pd.
    2 Februari 2013 pukul 00:10

    Sebaknya cakep yang lulus piloting projec dan memiliki sertifikat NUKS mendapat prioritas diangkat dan ditempatkan, sebab pengankatan dan penempatan sampai saat ini masih wewenang pemerintah kabupaten

  11. hendra
    19 Februari 2013 pukul 20:23

    selagi pendidikan masih dibawah bayang-bayang otonomi daerah, semua akan percuma dan menghamburkan uang negara. Karena gak ada sanksi bagi Bupati dan Walikota yang Bandel!!!!!

  12. DRA AZIZAH
    28 Mei 2013 pukul 21:50

    KAPAN YA NUKS DIKELUARKAN OLEH LP2KS YANG SUDAH IKUT PELATIHAN CAKEP 2012

  13. Triwiningsih
    20 Juni 2013 pukul 18:59

    Kalau seleksi cakep sudah transparan begitu,semoga saja penempatan kepsek juga transparan sehingga semua merasakan keadilan, Amiin.

  14. MUJIYONO
    19 Juli 2013 pukul 13:51

    KAPAN DIKLAT DILAKSANAKAN BOOS UNTUK 2013?

  15. MUJIYONO
    19 Juli 2013 pukul 13:52

    kapan Diklat dilaksanakan untuk yang dari Kab Kediri Jatim?

  16. MUJIYONO
    19 Juli 2013 pukul 13:54

    Dalam diklat per orang membutuhkan biaya berapa, Bapak/Ibu?

  17. Mamad Mahpudin
    23 Juli 2013 pukul 21:07

    YTH. Kepala LP2KS di Solo
    Kami sudah mengikuti piloting calon kepala sekolah dan sudah mendapatkan hasil pengumuman lulus piloting melalui LPMP Jawa Barat.
    Mau tanya kapan dapat kami peroleh Sertifikat Piloting Calon Kepala Sekolah dan bagaimana tentang NUKS yang sesuai dengan peraturan berlaku.
    Atas perhatiannya terima kasih. mohon maaf bila salah dalam rubik ini.

  18. AL MUKHSIN,S.Pd
    31 Mei 2015 pukul 23:11

    Bagi KS yang tidak punya NUKS apa solusinya

  19. sodikin
    14 Juni 2015 pukul 14:01

    kami peserta \diklat CKS LPPKS kab Pringsewu, bisa go solo……….

  20. ekasartika061@gmail.com
    23 Juni 2015 pukul 21:23

    kepada
    yth LP2KS
    Saya gurun yang sudah lulus diklat sudah punya NUKS dan SERTIFIKAT tapi sampai saat ini saya belum ditempatkan hanya karene saya tidak mau mengeluarkan uang, oh yach mungkin bapak tdk mengertiapa maksud uang itu” begini ceritanya bln mare saya mau ditmpatkan tapi diminta uang 15 juta katanya untuk kepala dinas, tpi suami tidak mengijinkan katanya baca hukumnya bagaimana orang yang memberi suap dan yang menerima” tpi anehnya temen saya ada yang berani lebih dari itu konon katanya dua kalilipat,akhirnya jabatan yang ditawarkan kesaya itu sekarang sudah ditempati oleh temen saya, Saya jadi prihatin dunia pendidikan kedepan karena dipegang oleh org” yang rakus kekayaan, Ada yan membenarkan sikap saya namun ada juga yang menyesalkan terang-terangan depan saya mengatakan katanya”zaman sekrang klo hany mengandalkan kepintaran aja tidak berani nyogok tidak akan diangkat”,,,,,,saya berfikir untuk apa seleksi toh pada akhirnya uang yang berkuasa tolong Ya ALLAh Sadarkan para penguasa gantilah dengan orang yang berkualitas dan bimbimlah senantiasa penguasa pendidikan kususnya di kota kami….amin

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris
Menarik Juga »