E-KTP
Ribuan Warga Ber-KTP Solo Tak Ikuti Program E-KTP

BELUM TERDATA -- Warga mengikuti proses perekaman data biometrik untuk pembuatan e-KTP di Kantor kecamatan Laweyan beberapa waktu lalu. Saat ini masih ada ribuan warga ber-KTP Solo yang belum mengikuti proses tersebut. (JIBI/SOLOPOS/dok)BELUM TERDATA -- Warga mengikuti proses perekaman data biometrik untuk pembuatan e-KTP di Kantor kecamatan Laweyan beberapa waktu lalu. Saat ini masih ada ribuan warga ber-KTP Solo yang belum mengikuti proses tersebut. (JIBI/SOLOPOS/dok)

SOLO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Solo menengarai ada ribuan kartu tanda penduduk (KTP) di tiap-tiap kecamatan yang tak bertuan. Hal ini diketahui karena saat pemanggilan untuk rekam data KTP elektronik (e-KTP) pemiliknya tidak hadir.

Kepala Dispendukcapil Solo, Untara mengemukakan sejumlah hipotesis mengenai keberadaan para pemilik data KTP itu. Pertama, saat dipanggil mereka sedang bekerja di luar kota. Kedua, mereka sudah pindah tapi tidak menginformasikan ke kelurahan atau kecamatan setempat. Ketiga, pemilik data itu membuat KTP hanya untuk keperluan insidental seperti kepemilikan aset, pembelian kendaraan, pendaftaran ibadah haji dan sebagainya.

“Kami masih berusaha melacak keberadaan pemilik data-data KTP yang sudah masuk database Pemkot itu sehingga jumlah pastinya belum bisa kami ketahui. Tapi laporan sementara di tiap kecamatan sekitar 6.000-an. Bahkan di Kecamatan Pasar Kliwon mencapai 10.000-an,” jelas Untara, saat diwawancarai wartawan di Balaikota, Jumat (24/2/2012).

Diakui Untara, dengan e-KTP kemungkinannya memang sangat kecil bagi warga untuk membuat KTP ganda. Hal itu sudah teruji secara nasional ada sekitar 42.000 warga yang mencoba membuat KTP ganda tapi ditolak oleh sistem. Namun keberadaan pemilik data KTP yang belum datang saat perekaman sidik jari dan retina mata itu tetap penting untuk kelengkapan data kependudukan.

Karena itulah, Untara mengatakan saat ini pihaknya terus berusaha melacak, sekaligus menyisir hingga ke RT dan RW, menjemput bola bagi warga yang belum merekam data e-KTP seperti lansia dan warga yang baru memasuki usia 17 tahun. Ditanya pencapaian program e-KTP, Untara mengatakan saat ini dari sasaran sebanyak 350.000-an warga, hampir 97% di antaranya sudah terekam data e-KTP.

Dengan kondisi tersebut, Untara optimistis target penyelesaian pembuatan e-KTP yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, akhir Maret 2012, berhasil terlampaui. “Kami juga mulai merekam data penghuni Rutan, sementara warga yang sudah lansia kami datangi rumahnya, begitu juga mereka yang baru memasuki usia wajib KTP,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Solo, Joko Widodo mengatakan meski kecil kemungkinan ada penggandaan e-KTP, jumlah warga ber-KTP yang tercecer yaitu terdata tapi belum terekam segera diselesaikan.

JIBI/SOLOPOS/Suharsih

Editor: | dalam: Solo |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »