Nikmati sensasi SOP BACOK

sop

Sop Bacok, sekilas nampak terdengar menyeramkan. Apalagi disuguhi atraksi bacok daging sebelum menikmati sop ayam khas Solo ini.

Sop Bacok ini terletak di jalan Timoho No. 120, atau tepatnya di sebelah selatan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga.

Sajian sop ini memang nampak tak jauh berbeda dengan sop ayam lainnya. Hanya saja keunikan penyajiannya lah yang membuat sop ini begitu unik.

Sop ayam yang biasa dijual, daging ayam yang disajikan biasanya disuwir kecil-kecil. Namun, berbeda dengan penyajian daging ayam di Sop Bacok ini. Sebelum disajikan daging ayam dipotong menjadi beberapa bagian dengan cara dibacok di atas talenan kayu.

“Pembeli saat pesan, nanti langsung disuguhi atraksi bacok. Daging ayam, atau pesenannya nanti kami potong dengan cara di bacok, kalau biasanya kan, ayamnya disuwiri, tapi ini dibacok kecil-kecil. Anehnya sop ini dengan lainnya ya, karena dibacok ini,” ujar Jatmiko, Koordinator Sop Bacok Gubug Orange.

Untuk Anda yang mendambakan menu makan siang menyegarkan, Sop Bacok ini bisa jadi pilihan. Selain keunikan daging ayamnya yang di bacok, sop ini menjadikan ayam kampung sebagai bahan utamanya. Kesegaran kuahnya juga berbeda dan lebih nikmat dibandingkan dengan sop-sop ayam lainnya.

Kuahnya sangat terasa segar, karena terbuat dari kaldu ayam kampung. Selain itu, aroma rempah tidak hanya kuat saat dicium, tetapi juga sangat terasa saat dinikmati bersama nasi putih hangat. Sama dengan kebanyakan sop lainnya, sayuran seperti wortel dan kentang menambah cita rasa sop ini.

Setiap pengunjung bisa memilih sendiri menu yang ditawarkan mulai dari Sop Bacok Kepala, sayap hingga dada atau daging. Harga yang ditawarkan pun juga terjangkau, satu porsi sop bacok bisa Anda nikmati dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 9.000.

Harian Jogja/Holy Kartika N.S

Editor: | dalam: Kuliner |
Iklan Cespleng
Menarik Juga ยป