Ilustrasi (JIBI/Bisnis Indonesia/dok) Caption : Ilustrasi (JIBI/Bisnis Indonesia/dok)
Selasa, 14 Februari 2012 16:48 WIB Solo Share :

PENATAAN BTS
Raperda Akan Mengacu Semua Aturan Yang Sudah Ada

SOLO - Penyusunan rancangan peraturan daerah (Raperda) Menara Telekomunikasi oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Solo bakal mengacu pada berbagai aturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan penataan menara telekomunikasi tersebut.

Hal itu mengemuka saat digelar rapat dengar pendapat oleh Pansus Raperda Menara Telekomunikasi DPRD Kota Solo di Ruang Paripurna DPRD, Selasa (14/2/2012). Ketua Pansus Raperda Menara Telekomunikasi, Sony Warsito mengemukakan keberadaan Perda tersebut nantinya menjadi payung hukum bagi Pemkot Solo dalam menata menara telekomunikasi yang didirikan di Kota Bengawan. Harapannya, pertumbuhan menara telekomunikasi atau yang biasa dikenal dengan tower, dapat dikendalikan sehingga Kota Solo tidak menjadi hutan tower. Ke depan, penataan diarahkan pada penggunaan menara bersama di suatu kawasan yang telah ditentukan oleh Pemkot.

Sementara itu, perwakilan dari berbagai elemen masyarakat yang mengikuti rapat dengar pendapat tersebut meminta dalam penyusunan Raperda itu, Pansus tetap mengacu pada berbagai aturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penataan menara telekomunikasi. Perwakilan dari Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) meminta kepada Pansus agar aturan dalam Raperda, khususnya terkait pendirian menara bersama, nantinya tidak bertentangan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menara Bersama yang antara lain mengatur tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi dan tentang Pedoman Pembangunan dan Pembangunan Bersama Menara Telekomunikasi.

Sementara itu, perwakilan dari Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo meminta Pansus untuk memasukkan Undang-undang (UU) No 1/2009 tentang Penerbangan sebagai dasar aturan itu. Pasalnya, keberadaan menara telekomunikasi erat kaitannya dengan keselamatan penerbangan dan lingkungan sekitar. “Menurut kami, demi keselamatan bersama, UU Nomor 1 Tahun 2009 tersebut harusnya dimasukkan dalam dasar Raperda itu,” kata Joko S, saat memberikan masukan.

Joko menjelaskan, UU Penerbangan sangat erat kaitannya dengan selular dan antena-antena pemancar. Pihaknya pun juga telah mengirimkan surat rekomendasi kepada tiap-tiap kota/ kabupaten yang berada di Soloraya mencermati UU tersebut. “Kami sudah mengirimkan surat rekomendasi itu. Dan kami harap, semuanya bisa bekerja sama dengan baik,” ujar dia.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Surakarta yang selama ini melakukan pembahasan draf Raperda dengan Pansus, Suryo Purwantara menambahkan, pancaran gelombang yanhg dihasilkan oleh menara telekomunikasi atau tower dimungkinkan bisa mengganggu penerbangan. “Jadi, kami juga akan menambahkan kawasan keselamatan radiasi dan kami wadahi dalam sebuah pasal,” kata Suryo.

JIBI/SOLOPOS/Septhia Ryanthie

Iklan Baris
  • Lowongan Karyawan

    TOKO + FOTOCOPY Sarjana Cari Pria SMK/SMU,Max25Th,Single,Gaji Awal 1Jt, Jam Kerja 11-20. Belakang Apotek K24 B…

  • Lowongan Karyawati

    PEMPEK KECE & Mamih Bos Duren,Butuh Karyawan Wanita,Bisa FB/BBM/MedSos Lainya,Lamaran Antar Langsung ke :…

  • Lowongan Penjaga Toko

    Butuh Penjaga toko baju jl.sidomukti,ce gaji,bns hub 08562976116…

  • Lowongan Desaign Grafis

    BUTUH TENAGA Seting Berpengalaman Corel Draw &Photoshop.Hub:08164274443…

  • YARIS 2014

    Yaris 1.5 s MT’2014 TRD manual km.16 rb.putih,solo:085647345678…

  • CARRY CARETA’1995

    CARRY CARETA’1995 Station, AD-QB,  Adi Putra, Biru Metalik Hub : 08562518182…

  • Lowongan Juru Masak & Office Boy

    BUTUH JURU Masak & Office Boy/Cafe Bola Ruko BTC 12C-17:0271657479…

  • Baleno 1997

    Bu JUAL CEPAT Baleno 1997  AD,Istw/Nego Hub 085 293 129 848…

    Leave a Reply


    pesona-kain-tradisi

    Kolom

    GAGASAN
    Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

    Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…