(listverse.com)
Senin, 6 Februari 2012 10:57 WIB Tekno Share :

8 SANDI Ini Belum Berhasil Dipecahkan

Sandi menjadi salah satu hal penting dalam perkembangan teknologi di dunia. Praktik pengiriman pesan bersandi telah dilakukan sejak lama baik dalam lingkup intelijen maupun tujuan lainnya. Berikut ini beberapa sandi yang belum berhasil terpecahkan seperti dilansir Listverse.com dan Elonka.com.

Sandi D’Agapeyeff

(listverse.com)

Sandi ini dibuat oleh ahli kartografi asal Rusia, Alexander D’Agapeyeff pada 1939. Sandi tersebut dimuat pada bagian akhir buku ‘Code and Ciphers’ sebagai bab ‘tantangan’ bagi pembaca. Uniknya, D’Agapeyeff justru mengaku lupa cara mengurai sandi tersebut. Banyak penggemar sandi yang percaya kode ini akan terpecahkan dengan metode algoritma genetis. Sebagian lagi percaya kesulitan memecahkan sandi tersebut karena D’Agapeyeff salah menyandikan.

Kryptos

(listverse.com)

Pahatan yang berada di kantor Central Intelligence Agency (CIA) di Langley, Virginia, Amerika Serikat ini dibuat oleh James Sanborn pada 1990 dan diresmikan 3 November pada tahun yang sama. Pahatan rumit Sanborn terdiri atas 869 karakter. Pada bulan April 2006, Sanborn mengumumkan ada satu karakter yang lupa ia tambahkan. Seorang ahli komputer, James Gillogy pernah mencoba mengurai sandi tersebut, namun hanya berhasil menemukan 768 karakter saja.

Sandi Emas Batangan China

(listverse.com)

Pada 1933, sebanyak tujuh emas batangan seberat 1,8 kilogram ditemukan. Emas tersebut diduga akan diberikan kepada Jenderal Wang di Shanghai, China sebagai sertifikat resmi atas depositnya di U.S Bank. Pada sisi depan emas tersebut, terdapat gambar, huruf China, serta kriptogram dalam huruf latin. Tulisan berhuruf China tersebut telah diartikan dan menyebutkan adanya transaksi melebihi US$300 juta. Sedangkan skrip kriptogram hingga kini masih misterius.

Sandi Dorabella

(listverse.com)

Sandi ini dibuat oleh komposer ternama, Edward Elgar. Ia mengirimkan sandi tersebut dalam sepucuk surat kepada sahabatnya Dora Penny, pada 14 Juli 1897. Hingga kini rahasia dalam surat tersebut belum terungkap. Semasa hidupnya Elgar diketahui memiliki ketertarikan pada dunia sandi, puzzle dan kode lainnya. Karya musiknya yang cukup populer adalah ‘Enigma’.

Sandi Beale

(listverse.com)

Siapa saja yang berhasil memecahkan sandi ini bakal kaya mendadak. Pasalnya sandi tersebut diklaim menunjukkan lokasi penyimpanan dua peti harta karun. Pada 1885, sebuah selebaran kecil diterbikan di Virginia, Amerika Serikat berisi cerita dan tiga pesan terenkripsi. Menurut selebaran tersebut, pada 1820 seorang pria bernama Beale mengubur dua peti harta karun. Beale pun pergi setelah menitipkan kotak kecil berisi sandi rahasia tersebut pada temannya. Karena Beale tak kunjung kembali, temannya pun mencoba mecahkan kode tersebut selama 20 tahun. Hasilnya nihil. Kini banyak pihak yang meyakini cerita tersebut adalah kebohongan semata, namun tak sedikit pula yang terus berusaha memecahkan sandi tersebut.

Linear A

(listverse.com)

Skrip ini adalah salah satu dari dua skrip yang ditemukan oleh Arthur Evans. Skrip tersebut dipakai pada masa Yunani kuno. Sandi pada skrip Linear B berhasil dipecahkan pada 1952 oleh Michael Ventris yang berisi cerita bangsa Yunani Mycena. Meski Linear A memiliki kemiripan simbol dengan Linear B, namun sulit untuk memecahkan sandi tersebut. Sebagian ahli menduga tulisan pada Linear A merujuk pada bahasa Minoa atau Yunani Mycena pada 1450 SM. Linear A dipercaya memiliki keterkaitan dengan sandi lainnya yakni Cakram Phaistos.

Manuskrip Voynich

(listverse.com)

Manuskrip setebal 232 halaman ini seluruhnya ditulis dengan huruf sandi. Beberapa karakter yang dipakai antara lain, bentuk tumbuhan aneh, diagram atrologi, dan gambar-gambar manusia dalam alur pipa aneh. Manuskrip ini dipercaya ditulis lebih dari 600 tahun lalu, meski baru menarik minat dunia setelah dibeli Wilfrid Voynich dari Villa Mondragone di Roma pada 1912. Pada 11 Mei 2012 ini rencananya akan digelar konferensi di Roma untuk memperingatinya.

Cakram Phaistos

(listverse.com)

Benda warisan Yunani kuno ini ditemukan pada 1903 di Crete. Pada cakram tanah liat berdiameter enam inchi ini terdapat 241 karakter berpola memutar pada kedua sisinya. Total terdapat 45 simbol yang berbeda. Meski belum terpecahkan, banyak peneliti menduga kode tersebut berhubungan dengan skrip Linear A yang ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan Cakram Phaistos. Cakram ini dipercaya dibuat pada 1800 SM.

(WARTAWAN HARIAN JOGJA/GALIH KURNIAWAN)

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…