Awas Penipuan Tenaga Kontrak, Catut Nama Kepala BKD

Budiyono (JIBI/SOLOPOS/Dok)Budiyono (JIBI/SOLOPOS/Dok)

SRAGEN- Kendati sejumlah calo pengawai negeri sipil (PNS) sudah diproses hukum, giliran calo tenaga kontrak marak. Nama Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sragen, Budiyono, dicatut oknum tertentu yang meminta uang antara Rp1 juta hingga Rp30 juta/orang kepada tenaga kontrak kategori II yang ingin masuk kategori I.

Bukan hanya itu, oknum tersebut juga mengaku diperintah Kepala BKD Sragen untuk meminta para tenaga kontrak segera menyerahkan data untuk pemberkasan CPNS.

Sekretaris BKD Sragen, Sarjono, saat dijumpai Espos, Jumat (20/1/2012), mengungkapkan oknum tersebut mengaku sebagai pegawai BKD dan pernah bertanya kepada petugas tata usaha di SMAN 1 Sragen.

Oknum itu, kata dia, kemudian meminta menrasfer uang senilai Rp1,5 juta melalui kantor pos. “Saya kemudian meminta petugas TU itu agar bisa menjebaknya, tapi tidak berhasil,” ujarnya.

Petugas TU SMAN 1 Sragen, Asih, saat dihubungi Espos, membenarkan telah dihubungi oknum tersebut untuk tranfer uang Rp1,5 juta atas nama guru tidak tetap (GTT) via kantor pos dan sekaligus menyerahkan berkas CPNS ke BKD.

Kepala BKD Sragen, Budiyono, saat dijumpai secara terpisah juga mendapat laporan seperti itu. Dia mengaku tidak pernah menyuruh orang untuk menghubungi para tenaga kontrak atau GTT. Dia menegaskan selama ini belum ada pemberkasan CPNS untuk tenaga kontrak yang masuk database kategori I dan II karena masih menunggu peraturan pemerintah (PP) dari pusat.

“Saya mengimbau kepada ribuan tenaga kontrak kategori I dan II jangan gampang percaya kepada oknum tertentu yang meminta uang antara Rp1 juta-Rp30 juta dengan dalih untuk pemberkasan CPNS. Selama ini sudah ada lima orang yang melapor ke saya. Saya harap jangan sampai ada korban penipuan calo bermodus pemberkasan CPNS,” tegasnya. JIBI/SOLOPOS/Tri Rahayu

Editor: | dalam: Sragen |

Berita Terkait

    Iklan Cespleng
    Menarik Juga »