PETIK CABE--Seorang petani asal Desa Sampetan, Ampel memetik cabe, Jumat (23/12/2011). Harga cabe baik keriting maupun merah melonjak hingga Rp 40.000/kg. (JIBI/SOLOPOS/Farida Trisnaningtyas)
Sabtu, 24 Desember 2011 11:43 WIB Boyolali Share :

Harga sayuran meroket

PETIK CABE--Seorang petani asal Desa Sampetan, Ampel memetik cabe, Jumat (23/12/2011). Harga cabe baik keriting maupun merah melonjak hingga Rp 40.000/kg. (JIBI/SOLOPOS/Farida Trisnaningtyas)

BOYOLALI--Harga beberapa jenis sayuran di Boyolali meroket dalam dua pekan terakhir. Bahkan tomat sulit ditemui di pasaran alias langka.

Seorang pedagang sayur di Pasar Kota Boyolali, Tarmi, 60, mengatakan melonjaknya harga disebabkan minimnya pasokan dari Cepogo.

Hal itu sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. Lantaran tak mau rugi, Tarmi mengaku hanya mengambil sayur dengan jumlah terbatas.

Harga tomat eceran telah menembus Rp 12.000/kg. Itupun stoknya sangat terbatas. Mayoritas pedagang tidak memiliki stok tomat dalam beberapa hari terakhir.

Sedangkan pedagang yang nekat menjual tomat mengaku hanya untung sangat sedikit, bahkan kadang-kadang merugi jika kondisi tomat yang diambilnya dari Cepogo ada yang busuk.

“Harga tomat memang sangat mahal, barangnya juga tidak ada. Padahal jika kondisi normal, harga tomat hanya sekitar Rp 2.000-Rp 3.000/kg. Saya ini cuma berani mengambil tomat sedikit, itu pun beberapa di antaranya busuk. Padahal untungnya sudah kecil, jadi tambah kecil. Pembeli juga enggan membeli tomat karena harganya yang tinggi,” kata Tarmi ketika dijumpai Espos, Jumat (23/12).

Tarmi menuturkan selama ini mendapatkan pasokan tomat dari Cepogo. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, stok tomat memang kerap kosong karena tidak ada pasokan dari para petani, salah satunya karena banyak sayur rusak akibat musim hujan ini.

Alhasil, harga pun melambung tinggi. Jadi kelangkaan harga tomat bukan disebabkan oleh momen menjelang Natal dan Tahun Baru.

Pedagang lainnya, Wagini, 50, mengatakan bukan hanya tomat yang harganya meroket. Komoditas lain seperti wortel dan cabai juga melambung harganya. Untuk wortel, di pasar Kota Boyolali bahkan hanya tersedia produk impor. Stok wortel lokal benar-benar kosong.

Harga wortel bisa menembus angka Rp 10.000/kg, padahal biasanya harga normalnya sekitar Rp 6.000/kg. Sedangan cabai merah keriting menembus Rp 42.000/kg dan cabai merah biasa mencapai Rp 36.000/kg.

Oleh karena itu para penjual juga tak berani kulak terlalu banyak, khawatir tidak bisa balik modal.

Ditemui terpisah, para petani di lereng Merapi dan Merbabu enggan menanam sayuran. Mereka lebih senang menanam jagung serta tanaman lainnya dibanding sayuran. Akibatnya, terjadi kelangkaan beberapa jenis sayuran di pasaran.

(yms/rid)

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…