Ilustrasi (Dok.SOLOPOS), DEKLARASI ANAK--Walikota Solo Joko Widodo memberikan kuis kepada anak-anak saat audiensi pada Deklarasi Anak di Pendapi Alit Kelurahan Jebres, Solo, Kamis (13/1). Deklarasi tersebut untuk mewujudkan Kota Solo sebagai Kota Layak Anak. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha) Ilustrasi (Dok.SOLOPOS), DEKLARASI ANAK--Walikota Solo Joko Widodo memberikan kuis kepada anak-anak saat audiensi pada Deklarasi Anak di Pendapi Alit Kelurahan Jebres, Solo, Kamis (13/1). Deklarasi tersebut untuk mewujudkan Kota Solo sebagai Kota Layak Anak. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)
Selasa, 29 November 2011 06:19 WIB Solo Share :

KLA, 20 Kelurahan belum tergarap

Ilustrasi (Dok.SOLOPOS), DEKLARASI ANAK--Walikota Solo Joko Widodo memberikan kuis kepada anak-anak saat audiensi pada Deklarasi Anak di Pendapi Alit Kelurahan Jebres, Solo, Kamis (13/1). Deklarasi tersebut untuk mewujudkan Kota Solo sebagai Kota Layak Anak. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

Solo (Solopos.com)–Sebanyak 20 kelurahan di Kota Solo belum masuk penggarapan program kelurahan layak anak.

Pemkot Solo menargetkan program Kota Layak Anak (KLA) di tingkat kelurahan baru tergarap hingga tuntas pada 2016 mendatang.

Kasi Peningkatan Kualitas Hidup Anak Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3A KB) Kota Solo, Naniek Suprijatni menjelaskan bahwa untuk menuju KLA, Solo harus menyiapkan standar perlindungan hak-hak anak tak hanya di tingkat Kota.

Melainkan, juga harus sampai di tingkat kelurahan bahkan hingga ke tingkat keluarga.

“Jadi, program penggarapan KLA tak hanya berhenti di sini. Namun, terus dilakukan sampai ke tingkat keluarga. Target kami sampai dengan 2016,” ujarnya kepada Espos di sela-sela acaranya menggelar sosialisasi KLA di Kelurahan Karangasem, Laweyan, Solo (28/11/2011).

Hingga saat ini, imbuh Naniek, jumlah kelurahan yang telah digarap untuk program KLA mencapai 31 kelurahan. Capaian tersebut terhitung sejak 2009 lalu. Sementara itu, baru ada dua kelurahan di Solo yang telah terbentuk Pos Pelayanan Terpadu (PPT) penangangan masalah anak, yakni Kelurahan Sangkrah dan Jebres.

(asa)

lowongan kerja
lowongan kerja Guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…