ilustrasi. M
Sabtu, 29 Oktober 2011 13:58 WIB Solo Share :

TKPKD klasifikasikan karakter kemiskinan

ilustrasi. (dok JIBI/BISNIS)

Solo (Solopos.com)–Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Solo mengklasifikasikan kemiskinan atau penduduk miskin dalam tujuh karakter pokok.

Pengklasifikasian dilakukan untuk menentukan strategi yang paling tepat dalam penanggulangannya.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Eksekutif TKPKD Solo, Samuel Rory, bukan Koordinator TKPKD seperti beritakan saat ditemui Espos.

Menurut dia setiap karakter kemiskinan mempunyai cara berbeda untuk penanganan. “TKPKD membagi kemiskinan kota dalam tujuh karakter pokok. Setiap karakter harus ditangani dengan perlakuan atau pendekatan berbeda,” katanya, Jumat (28/10/2011).

Karakter pertama yakni kemiskinan yang ada di wilayah sekitar atau dekat pusat kekuasaan. Suatu ironi klasik tentang kekuasaan dan kemiskinan.

Karakter kedua yakni keberadaan masyarakat tidak mampu di sentra-sentra industri rumah tangga. Contohnya di lingkungan Kampung Batik Laweyan. Penggunaan tenaga kerja dari luar daerah dalam bisnis tersebut, membuat sebagian masyarakat setempat justru masih hidup dalam kekurangan.

Karakter selanjutnya masyarakat miskin di bantaran sungai dan jalur kereta. Fenomena itu bisa ditemui di Kelurahan Sangkrah dan beberapa kelurahan di Jebres.

TKPKD juga menyoroti keberadaan masyarakat tidak mampu di sekitar area pusat bisnis seperti di belakang Singosaren.

Karakter penduduk miskin selanjutnya yaitu sebagian masyarakat di kawasan kota lama, kampung pengembangan seperti area relokasi, serta slum area.

Di sisi lain menurut Samuel, TKPKD masih menunggu pengesahan draf strategi penanggulangan kemiskinan daerah (SPKD) oleh Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi).

SPKD merupakan konsep yang disusun TKPKD sebagai bentuk sumbangsih bagi upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Bengawan.

“Dana Rp 75 juta untuk TKPKD sudah habis untuk operasional termasuk penyusunan SPKD. Draf SPKD saat ini posisinya masih menunggu pengesahan Walikota,” imbuh Samuel.

Menurut dia ada delapan poin pokok strategi penanggulangan kemiskinan yang diajukan TKPKD. Poin-poin strategi itu di antaranya pembenahan layanan untuk masyarakat miskin, yang tidak tepat sasaran. Langkah itu harus dilakukan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Strategi selanjutnya penetapan data tunggal penduduk miskin versi TKPKD sebagai pegangan seluruh pemangku kepentingan.

Strategi berikutnya mensinerjikan berbagai layanan penanggulangan kemiskinan mulai dari Pemkot, swasta hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM). Termasuk strategi penyatuan Musrenbangkel pada penanggulangan kemiskinan.

(kur)

Iklan Baris
  • Lowongan Sales

    DIBUTUHKAN SALES Freelance,Fasilitas : Gaji & Uang Transport. Kirim Lamaran Lengkap ke : Bagian Sirkulasi…

  • AYLA 2015

    AYLA X Manual’2015,Hitam,AD Asli,97Jt Nego:087836352908…

  • Lowongan ADM

    DICARI : ADMINISTRASI Gudang, Min SMK Akutansi, Wanita,Kirim Lamaran : Jl.Industri Kutu No.83,Telukan,Grogol,S…

  • TARUNA CSX’2003

    TARUNA CSX’2003 Hitam Silver B Mulus Full Ori 085729703430…

  • SUZUKI PU’1983

    JUAL SUZUKI PU’1983 casis + mesin oke.kaleng.AD Karananyar. Harga: 13.5jt Hub:085100065102…

  • Lowongan Karyawan

    CARI KARYAWAN Untuk Rumah Makan, Kirim Lamar Ke : Mie Ayam Surabaya Jl.Ir.Sukarno 8F Solo Baru (Seberang Toyot…

  • Grand Livina’2010

    GRAND LIVINA Istimewa.Manual SV’2010,Abu2.B,111jtNg:087812720838…

  • GRAND MAX’2014

    GRAND MAX’2014 Box Almunium,Putih,Istimewa,Harga:75Juta/Nego Hub : 08121517888…

Leave a Reply


PROMO SPESIAL
Hem Ron Kates
Hem Parang Daun
Hem Citra Budaya
Hem Sumping Hujan

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…

Switch to mobile version