Ilustrasi (JIBI/Bisnis Indonesia/dok) Ilustrasi (JIBI/Bisnis Indonesia/dok)
Minggu, 23 Oktober 2011 12:13 WIB Klaten Share :

Perangkat desa diusulkan peroleh Jamsostek

Klaten (Solopos.com) – Sekitar 2.300 perangkat desa non-pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Klaten diusulkan memperoleh layanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Ilustrasi (JIBI/Bisnis Indonesia/dok)

Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Cabang Klaten, Agus Anggito saat ditemui Espos, akhir pekan ini, mengatakan usulan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kinerja perangkat desa yang selama ini kurang mendapat perhatian. “Penghasilan perangkat desa biasanya berasal dari mengolah lahan bengkok. Akan tetapi, kalau hama wereng menyerang hasil pertanian tidak bisa diharapkan. Kalau perangkat desa pensiun, biasanya hanya diberi pesangon ala kadarnya. Maksimal dia mendapatkan pesangon Rp 1 juta. Itu pun dari hasil iuran perangkat desa lain,” ujar Anggito.

Selain tidak memperoleh jaminan pensiun yang sewajarnya, sambung Anggito, selama ini para perangkat desa juga belum mendapatkan asuransi kesehatan. Sebenarnya, pemberian asuransi kesehatan kepada para perangkat desa sudah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten beberapa tahun lalu. Akan tetapi, hingga kini usulan tersebut belum terealisasi. “Perangkat desa juga sama dengan manusia pada umumnya yang tidak luput dari gangguan kesehatan. Oleh sebab itu, kami memandang perlu semua perangkat desa mendapatkan Jamsostek,” papar Anggito.

Anggito menambahkan, hingga kini usulan pemberian Jamsostek kepada sekitar 2.300 perangkat desa tersebut masih dibahas di internal PPDI. Sebelum diusulkan ke PT Jamsostek, pihaknya akan meminta persetujuan terlebih dahulu kepada Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertras) dan Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Klaten. “Kalau sudah disetujui oleh Pemkab Klaten, kami akan mengajukan ke PT Jamsostek. Mudah-mudahan bulan depan sudah terealisasi usulan ini,” tutur Anggito.

Kepala Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Atok Susanto mengatakan hampir dua tahun para perangkat desa yang bernaung di bawahnya tidak mendapat pengasilan dari mengelola tanah bengkok. Menurutnya, para perangkat desa itu biasa mendapatkan tambahan penghasilan dari Pemkab Klaten yang besarnya di bawah upah minimum kabupaten (UMK). Oleh sebab itu, dia mendukung apabila para perangkat desa mendapatkan layanan Jamsostek. “Selama ini mereka sudah mengabdi kepada masyarakat meski tidak mendapatkan imbalan yang setimpal. Jadi sudah sewajarnya jika kesejahteraan mereka diperhatikan,” kata Atok.

mkd

lowongan kerja
lowongan kerja PT.ANUGERAH KENCANA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

Leave a Reply



sepatu1

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…