Rabu, 28 September 2011 21:09 WIB Tak Berkategori Share :

Travel advisory Inggris diminta dicabut

Jakarta [SPFM], Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Hidayat Nurwahid, meminta travel advisory yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Inggris kepada warganya, bahwa Indonesia rawan terhadap ancaman bom, harus segera dicabut. Menurut Hidayat, penyelenggaraan Asian Parliamentary Assembly (APA) atau Konferensi Parlemen Asia di kota Solo pada Rabu (28/9), menunjukkan bahwa kota Solo dan Indonesia aman untuk dikunjungi. Hidayat juga menilai bahwa penyelenggarakan APA di Solo, pasca insiden bom sangat tepat, untuk memulihkan citra kemanan negara.

Hidayat juga mendesak pihak kedutaan besar Indonesia di Inggris, mengkomunikasikan hal ini kepada pemerintah Ingriis, agar travel advisory itu segera dicabut. Sebelumnya, dalam halaman Indonesia pada situs Kementerian Luar Negeri Inggris, pemerintah Inggris memperingatkan warganya, untuk berhati-hati ketika mengunjungi Indonesia. Mereka menuliskan bahwa, seluruh wilayah di Indonesia rawan serangan teroris.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPR RI Marzuki Alie. Marzuki yang siang tadi mengunjungi para korban di Rumah Sakit Dr. Oen Kandangsapi, meminta travel advisory segera dicabut. Marzuki menyatakan kecamannya terhadap aksi terorisme tersebut. Marzuki juga mendesak aparat keamanan untuk segera menangkap dalang bom ini, dan mengantispasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi di Indonesia. Marzuki juga menegaskan, bahwa pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban bom tersebut. [SPFM/lia]

lowongan kerja
lowongan kerja ACCOUNTING HEAD, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan┬áSolopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di┬ámilkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO —┬áPredikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…