SS-2, senapan serbu asli Indonesia

SS-2 dengan teropong bidik yang juga buatan Pindad. (en.wikipedia.org)SS-2 dengan teropong bidik yang juga buatan Pindad. (en.wikipedia.org)

Tak ada yang bisa lebih membanggakan sebuah negara dan bangsa selain kemampuan membuat sendiri aneka produk yang vital. Bukan cuma sekadar untuk kebutuhan sehari-hari yang mungkin dianggap remeh-temeh, namun juga kebutuhan bernilai tinggi dan strategis. Contohnya saja senjata militer. Untuk urusan ini, personel TNI dan juga segenap anak bangsa yang lain harus bangga karena sebagian persenjataan inti sudah bisa dirancang dan dibuat sendiri di dalam negeri.

Salah satunya adalah senapan serbu militer SS-2. SS yang merupakan singkatan dari Senapan Serbu, adalah produk PT Pindad di Bandung, riwayatnya berangkat dari pembelian lisensi senapan FNC dari pabrikan Fabrique Nationale Herstal Belgia. Dari hasil lisensi ini Pindad mengembangkan SS-1 yang bentuknya memang masih mirip senapan aslinya, FNC. Dalam perkembangannya, SS-1 mulai dimodifikasi, seperti misalnya dengan penerapan popor yang bisa dilipat, tak lagi popor pejal atau “mati” seperti aslinya.

Dalam tahapan pengembangan berikutnya, Pindad merancang senapan yang sama sekali baru sehingga bisa dikatakan “asli” Indonesia. Artinya, bukan sekadar melakukan modifikasi di sana-sini atas model yang sudah ada, melainkan betul-betul berangkat dari desain awal di meja gambar. Inilah yang lantas disebut sebagai SS-2. Sejauh ini memang baru sedikit kesatuan yang menggunakannya seperti Kopassus dan Paskhas TNI AU. Harapannya, penggunaan SS-2 bisa diperluas ke seluruh satuan TNI dan Polri.

Dilihat dari segi tampilan, SS-2 terlihat modern. Tak seperti “kakak”-nya SS-1, pada SS-2 sudah dijumpai komponen Picatinny rail permanen pada bagian atas senapan, yang memudahkan pemasangan aneka aksesoris pembidik. Tampang laras depannya sedikit mengingatkan pada AK-47, sementara model handel pembawa di sisi tengah sedikit mengingatkan pada M-16. Handel ini bisa dilepas dan diganti dengan aneka model teropong pembidik.

Seperti ditulis dalam majalah Commando edisi I tahun VI/2010, SS-2 menawarkan banyak keunggulan dibandingkan SS-1. Misalkan dari segi bobot standar, SS-2 punya berat kosong 3,4 kg sementara bobot kosong SS-1 masih 4 kg. Tolak balik atau hentakan akibat penembakan pun disebut lebih empuk sehingga meningkatkan akurasi sekaligus menambah kenyamanan penggunanya.

Memang tak seperti SS-1 yang sudah kenyang pengalaman diterjunkan dalam berbagai operasi militer TNI, baik di dalam maupun luar negeri dengan segala kekurangannya, SS-2 belum melampaui tahapan baptism by fire alias terlibat dalam pertempuran. Namun bukan berarti SS-2 senapan banci atau senapan salon yang hanya buat nampang atau bergaya. Buktinya, dalam berbagai kejuaraan menembak militer di kawasan ASEAN, SS-2 yang diusung para personel TNI pesertanya sukses memboyong sejumlah gelar juara umum. Padahal “musuh-musuh”-nya adalah senapan-senapan serbu yang “asli” bikinan Amerika atau Eropa meski itu lisensi sekali pun. Sebut saja M-4 dan M-16 dari AS yang dipakai Filipina atau Thailand, Steyr AUG dari Austria yang dibuat berdasar lisensi di Malaysia dan jadi senjata standar laskar negeri jiran itu. Satu-satunya senjata asli lokal adalah SAR-21 buatan Singapura yang kabarnya juga diadopsi dari senapan serbu Israel, Tavor.

bas/dari berbagai sumber

Editor: | dalam: Tekno |

11 Komentar pada “SS-2, senapan serbu asli Indonesia”

  1. 26 Agustus 2011 pukul 15:42

    Semakin modern untuk angkatan bersenjata kita,Negara lain akan mikir-mikir juga melakukan intervensi langsung di Indonesia.
    Berdayakan senjata dan pasukan untuk kejayaan dan keamanan negara.
    Merdeka……

  2. Wong sragen kidul
    28 Agustus 2011 pukul 03:06

    HIDUP BANGSA INDONESIA..
    MAJU TERUS INOFASIMU…
    Kita sudah bisa membuat senjata tp kenapa para pejabat/petinggi lebih suka produk luar negri????
    Kapan bangsa indonesia bisa maju kalau ketergantungan senjata????
    YTH, Bapak Kasad yang baru dikantik kemarin… untuk memperkuat persenjataan aparat PAKAI PRODUKSI PINDAD…
    Semoga kita menjadi bangsa yang besar dan tidak diremehkan oleh tetangga ASEAN…..

  3. M.Pardiyo
    7 September 2011 pukul 10:38

    BRAVO INdonesia terus berprestasi…………………. hasil karya anak bangsa

  4. 11 September 2011 pukul 17:34

    katanya untuk SS enteh seri yg mana sy lupa kalo panas senjatanya jadi macet ya , kan bahaya tu he he he…

  5. anto
    12 September 2011 pukul 09:15

    bener gak tu buatan sendiri…….????? bravo indonesia

  6. 17 September 2011 pukul 10:59

    kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

  7. 17 September 2011 pukul 11:00

    saya pencinta point blank saya akan membawa pb indonesia juara 1

    • Jacky
      29 Desember 2012 pukul 23:46

      Gw prnh liat video final PBSC Indonesia vs Thailand..Indonesia kalah..tpi bukan itu yg bikin miris saat liat video tsb,sbb menang kalah biasa dlm kompetisi.. Sangat miris saat melihat kontingen Indonesia isinya 8 remaja yg mutlak ga ada tarikan wajah asli Indonesia (maaf-ga maksud rasialis)..
      Mdh2n siMastur bkn slh-1 nya..wkwkwkwkwk

  8. 17 September 2011 pukul 11:01

    NICK NAME PB KU KJ_BapunG_KhodoX INDONESIA MAJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU

  9. 19 Oktober 2011 pukul 23:48

    KAMI UCAPKAN SELAMAT ATAS KEBERHASILAN PINDAD MEMPRODUKSIKAN SS.2,KAMI BERHARAP PINDAD JUGA DAPAT MEMPRODUKSI RUDAL SAM JARAK 40 KM.GUNA MENDUKUNG TNI.AU DAPAT MEMEKARKAN PASKHAS TNI.AU MEMILIKI YON.DETA.ARHANUDSE.SELAIN KITA LENGKAPI TNI.AU DENGAN RUDAL S.300,S.400,BRAHMOS DAN RUDAL SHAHAB IRAN.TAPI TINGKATKAN DULU GAJI KESEJAHTERAAN 25%-30% PRAJURIT TAMTAMA,BINTARA,PURNA,VETERAN DAN WARAKAURINYA.

  10. ilex
    10 September 2012 pukul 11:52

    klo bole usul nih utk gagang senapannya jangan sistem lipat mas, tp sistem sorong ke depan aja, jd tdk membutuhkan area lipat. semoga bermanfaat saran saya. terima kasih. bravo pindad

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris
  • RUMAH DIKONTRAKKAN

    Rumah Dikontrakkan,LT 254M2,LB 225M2,7Kmr,3K Mandi, Garasi, Jl.Kencur No.48, Rt 03/11, Kag…

Menarik Juga »