Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok) Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)
Minggu, 31 Juli 2011 20:58 WIB Boyolali Share :

Raskin September akan dibagikan Agustus

Boyolali (Solopos.com) – Pembagian beras miskin (Raskin) di Boyolali pada September mendatang akan dimajukan. Hal ini dilakukan karena adanya Lebaran sehingga pendistribusiannya diajukan sebelumnya. Langkah ini sebagai upaya antisipasi kenaikan harga Sembako saat Bulan Puasa dan saat Lebaran.

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)

“Menurut rencana dimajukan dan dibagikan pada pekan ketiga bulan Agustus,” papar Kabag Perekonomian Setda Boyolali, Sri Prihastoro kepada wartawan, akhir pekan lalu. Sri menambahkan pembagian Raskin untuk Gakin ini supaya mereka memiliki stok beras saat Lebaran.

Menurutnya, pada Agustus distribusi Raskin akan dilakukan dua kali. Pertama yaitu jatah Raskin untuk Agustus dan kedua, jatah September. Pembagian Raskin jatah Agustus akan dilakukan pada awal bulan. Terkait rencana distribusi Raskin September lebih awal ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). Sebelumnya, Boyolali mendapat tambahan bantuan Raskin sebanyak 1.125 ton yang telah didistribusikan Juli ini. Penerima Raskin di Boyolali mencapai 75.014 rumah tangga sasaran (RTS). Jumlah ini tersebar di 19 kecamatan.

“Diharapkan, distribusi Raskin pada Agustus ini dapat menunjang ketahanan pangan,” imbuhnya. Selain itu, ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan sehari-hari di tengah harga Sembako yang terus melangit terutama saat puasa dan lebaran. Ditambah lagi, banyaknya petani yang gagal panen karena serangan wereng.

“Distribusi Raskin untuk kawasan bencana tidak menjadi masalah. Memang, dibutuhkan biaya lebih banyak untuk menjangkaunya,” katanya. Pihaknya telah mengalokasikan dana senilai Rp 200 juta untuk distribusi Raskin tahun 2012.
Penyaluran Raskin ke Desa Tlogolele, Kecamatan Selo harus memutar melalui Magelang dengan jarak lebih dari 30 Km dari kecamatan. Pihaknya juga menjanjikan distribusi Raskin akan dilakukan tepat waktu. “Raskin ini agar bisa dinikmati Gakin sehingga mereka bisa menikmati Lebaran dengan stok pangan dalam keadaan aman,” pungkasnya.

rid

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Utang sebagai Investasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (20/7/2017). Esai ini karya Tasroh, aktivis Banyumas Policy Watch dan alumnus Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Alamat e-mail penulis adalah tasroh@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat ini utang pemerintah tercatat Rp3.672,33 triliun. Perinciannya adalah status…