Minggu, 31 Juli 2011 21:33 WIB Tak Berkategori Share :

Ramadhan di Arab, suhu 50 derajat

Kairo [SPFM], Rakyat Arab Saudi mengawali Ramadan 1432 Hijriyah, Senin (1,8) di bawah suhu udara 50 derajat Celsius dan waktu puasa di musim panas yang lebih panjang dari musim dingin. Mahkamah Tinggi Arab Saudi dalam sidang isbatnya Sabtu (30,7) malam menetapkan bahwa hilal belum terlihat di ufuk Sabtu sore, sehingga bulan Syaban digenapkan 30 hari dan puasa mulai hari Senin, 1 Agustus 2011.

Badan Meteorologi dan Geofisika Arab Saudi dalam laporannya menyatakan, suhu udara di awal Ramadan itu mencapai 50 derajat selsius di waktu siang dan berkisar 38 derajat di malam hari. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Urusan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah telah menyediakan air zamzam yang cukup ke kedua masjid suci itu.

Direktur Pengelola Air Zamzam, Abdul Muhsin Bin Hamid, seperti dikutip suratkabar Al Ahram, Minggu (31,7) mengatakan, suplai air zamzam untuk memenuhi kebutuhan jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada waktu buka puasa hingga sahur akan meningkat tajam akibat tingginya suhu udara di musim panas ini. Untuk itu pengelola menyediakan 250 ribu tempat penampungan air di kedua masjid tersebut dengan total persediaan berkisar 143 ribu meter kubik. [ant,dev]

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…