Minggu, 31 Juli 2011 20:11 WIB Tak Berkategori Share :

Petugas keamanan masih berjaga di Ilaga

Jayapura [SPFM], Hingga sore tadi, situasi di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua masih mencekam. Sejumlah anggota Brimob dan Polsek Ilaga masih berjaga di lokasi kejadian. Sebelumnya, dua kelompok warga di Kabupaten Puncak, Papua, terlibat bentrok di Kampung Kimak, Distrik Ilaga yang mengakibatkan 17 orang tewas karena terkena panah dan lemparan batu.

Bentrokan warga tersebut terjadi mulai Sabtu (30/7) pukul 14.00 WIT hingga Minggu (31/7) pukul 06.00 WIT. Diketahui, 13 orang tewas berasal dari kelompok Tomas Tabuni, sedangkan empat orang lainnya dari pihak Simon Alom. Aksi tersebut juga mengakibatkan rumah dan mobil dinas Elvis Tabuni terbakar, serta honai yang tidak luput dari amukan massa. Bentrok diduga dipicu ketidakpuasan warga pendukung Elvis Tabuni, Ketua DPRD Kabupaten Puncak, dan pendukung Simon Alom, mantan caretaker Bupati Kabupaten Puncak.

Sebelumnya Ketua DPRD Puncak Elvis Tabuni mengatakan tahapan Pemilukada di Puncak patut ditinjau kembali karena KPUD setempat  melanggar pasal 11 UU Nomor 9 tahun 2010. Sehingga ia meminta pemilukada ditunda. Namun belakangan, pernyataan itu dibantah Ketua KPUD Puncak Nas Labene, dan menegaskan tidak ada alasan Pemilukada di Puncak ditunda. [miol/dev]

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…