Sabtu, 30 Juli 2011 17:14 WIB Tak Berkategori Share :

Penerapan pagar hijau di Solo akan dioptimalkan

Solo [SPFM], Program Eco Culture yang diterapkan Pemkot Solo, sepi peminat. Hal ini terlihat dari minimnya pihak swasta yang menerapkan pagar hijau, sebagai pengganti pagar tembok milik mereka. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Solo Satriyo Teguh Subroto Sabtu (30/7) mengungkapkan, hingga semester pertama penerapan program ini, baru satu bangunan bank swasta di Jalan Slamet Riyadi, yang menerapkan pagar hijau.

Untuk memaksimalkan program ini, tim Eco Culture akan melakukan pendekatan langsung kepada pemilik bangunan. Tim ini terdiri dari DKP, badan Lingkungan Hidup, Dinas tata Ruang kota, serta kecamatan dan kelurahan di seluruh kota Solo.

Sebelumnya, program Eco Culture di terapkan di kota Solo oleh Walikota, sebagai salah satu solusi untuk mengurangi polusi, dan menambah ruang terbuka hijau. Satriyo menambahkan, sejumlah bangunan sekolah dan instansi milik Pemkot telah menerapkan pagar hijau, sebagai percontohan. bangunan ini antara lain kantor Pemadam Kebakaran, dan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan di kawasan Kota Barat. [SPFM/lia]

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…