Sabtu, 30 Juli 2011 16:24 WIB Sukoharjo Share :

Pamsimas Pengkol diharapkan cukupi 250 KK

Sukoharjo (Solopos.com)--Desa Pengkol, Nguter, terpilih sebagai salah satu penerima program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) tahun 2011 di Kabupaten Sukoharjo. Program itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih 250 kepala keluarga (KK) di desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Pengkol, Sugiyo, menyebutkan prasarana Pamsimas direncanakan dibangun di Dukuh Sawahjero yang merupakan wilayah paling sulit air bersih di antara 13 dukuh di Pengkol. Namun selain di Sawahjero, program Pamsimas juga akan dimanfaatkan warga Dukuh Ngemplak dan Sidorejo. “Sesuai rencana lokasi di RT 02/RW IV. Realisasi pemanfaat sampai sekarang sebanyak 107 KK, tetapi nanti dengan pengembangan diharapkan bisa mencukupi kebutuhan 250-an KK,” ungkapnya didampingi Satlak Pamsimas Desa Pengkol, H Ekowati, ketika ditemui  Espos di ruang kerjanya, Jumat (29/7).

Menyangkut tahapan program Pamsimas, Ekowati menjelaskan saat ini prosesnya adalah pengajuan pencairan dana yang berasal dari APBN dan APBD. Diharapkan kegiatan tersebut terlaksana sesegera mungkin sehingga manfaatnya juga cepat dirasakan masyarakat. “Waktunya sampai akhir tahun yang berjalan. Tapi kalau bisa lebih cepat, tentunya juga akan semakin baik bagi warga,” sambungnya. Seperti pula disampaikan, pelaksanaan program Pamsimas mendapatkan pembiayaan dari pemerintah pusat senilai Rp 192,5 juta, dari pemerintah daerah Rp 27,5 juta, dan swadaya senilai Rp 55 juta. Dengan demikian total anggaran yang digunakan mencapai senilai Rp 275 juta untuk setiap satu lokasi.

(try)

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jaminan Produk Halal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (21/7/2017). Esai ini karya Muhammad Qomar, alumnus Program Master of Public Administration University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah qomarmoehammad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Beberapa waktu lalu beredar mi instan impor yang mengandung…