ilustrasi (dok Solopos) ilustrasi (dok Solopos)
Jumat, 29 Juli 2011 11:30 WIB Ekonomi Share :

Ritel moderen rekrut tenaga kontrak

ilustrasi (dok Solopos)

Solo (Solopos.com)--Pengelola ritel moderen di Solo menambah tenaga kontrak untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja selama Ramadan dan Lebaran.

Hal ini menyusul pertimbangan lonjakan aktivitas baik dalam hal menyediaan barang maupun pelayanan konsumen. Manajemen Matahari Deparment Store (MDS) bahkan sengaja merekrut tenaga dari para mahasiswa yang tengah libur kuliah.

Asisten Store Manager MDS Solo Grand Mall (SGM), Lunny, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Kamis (28/7/2011), mengatakan lonjakan aktivitas selama Ramadan dan Lebaran disikapi dengan menambah tenaga sampai antara 10%-15% lebih banyak dibanding tenaga kerja pada hari-hari biasa.

“Pada peak season ini, Matahari menyerap tenaga lebih banyak. Bisa dari lulusan SMA dengan kriteria tertentu yang ditetapkan manajemen. Ada juga, sengaja direkrut dari mahasiswa yang mengisi liburan. Kalau masa kontrak habis mereka kuliah lagi,” jelas Lunny.

Rekrutmen tenaga kerja sendiri, terang dia, telah berjalan beberapa waktu lalu. Pihak manajemen di tingkat pusat memiliki standar yang harus dipenuhi calon tenaga kontrak MDS. Untuk saat ini, rekrutmen bahkan telah berjalan 85%.

Langkah menambah tenaga kontrak selama masa Ramadan dan Lebaran juga dilakukan manajemen Hypermart SGM. Divisi Manager Grocery and Fresh Hypermart SGM, Yosep Heru Sukahadi, mengungkapkan pihaknya menambah tenaga kontrak sampai 10% dibandingkan total tenaga pada kondisi normal.

Tambahan tenaga ini, terutama untuk menangani penanganan stok tambahan yang bisa mencapai 10%-25% selama Ramadan dan Lebaran. “Ada tenaga kontrak, harian, ada juga dibantu adik-adik SMEA/SMK yang ikut pendidikan sistem ganda semacam PKL,” urai Yosep.

Di Hypermart sendiri, dia menerangkan tambahan stok menyambut Ramadan telah siap. Untuk produk yang banyak dicari, seperti biskuit, kurma dan sirup, serta parcel, sengaja ditempatkan di lokasi khusus. Sementara produk sehari-hari yang konsumsinya biasanya meningkat pada Ramadan, seperti daging, telur dan tepung terigu, disiapkan dengan stok lebih 10%. Selain itu, produk nonfood seperti busana muslim, sajadah dan toples juga disediakan dengan stok melimpah.

(tsa)

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Paradoks Kesehatan Tenaga Medis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (1/7/2017). Esai ini karya Isna Rahmawati Retnaningsih, mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret yang berpengalaman praktik kebidanan. Elamat e-mail penulis adalah rahmawatiisna.ir@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dunia kesehatan Indonesia kembali berduka. Pada Senin…