Jumat, 29 Juli 2011 19:31 WIB Solo Share :

Relokasi warga bantaran Bengawan Solo, 41 keluarga di Putat pindah rumah

Solo (Solopos.com) – Sebanyak 41 keluarga di RW II Putat, Kelurahan Sewu, Jebres, Solo, telah pindah rumah. Mereka yang pindah adalah warga yang menempati tanah pemerintah. Sedangkan warga lainnya yang masih bertahan di lokasi tersebut adalah warga yang tinggal di tanah hak milik.

Menurut Ketua RW II, M Nasir, warga pindah ke beberapa daerah di antaranya ke Mipitan, Mertoudan, Mojosongo dan Mojolaban, Sukoharjo. Ia menambahkan mayoritas dari puluhan warga lain yang belum pindah, menempati tanah hak milik. Warga tersebut belum mau pindah ke tempat yang baru karena masih mengurus administrasi sekolah anak dan pekerjaan mereka. ”Sebagian besar warga, akan pindah setelah Lebaran. Saat itu sekaligus sosialisasi e-KTP di tempat yang baru agar memudahkan pendataan,” ungkapnya saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (29/7/2011).

Warga di RW II berjumlah 434 KK, yang terdiri dari RT 1 sejumlah 120 KK, RT 2 sejumlah 128 KK dan RT 3 sejumlah 186 KK. Ia menyatakan Pemkot tidak memaksa warga untuk pindah secepatnya, jadi warga dapat pindah jika waktu luang. Selain itu, lanjut dia, beberapa fasilitas umum di tempat yang baru seperti MCK juga belum tersedia.

Seorang warga RT 3/RW II Putat, Wiwik, mengatakan akan pindah secepatnya ke Mipitan setelah ada MCK, aliran listrik dan air. Ia mengeluhkan belum semua perumahan bantuan dari Pemkot di Mipitan dialiri listrik dan air. ”Sebenarnya sudah ada aliran listrik dan air tetapi belum di semua rumah. MCK juga belum ada sehingga saya harus membangun sendiri. Dana yang diberi Pemkot sebesar Rp 8 juta tidak cukup,” terangnya. Ia menambahkan faktor lain karena lingkungan di Mipitan masih sepi sehingga ia harus berpikir untuk berjualan dan mencari pelanggan mulai dari awal. Ia akan pindah setelah semua fasilitas di rumah tersebut terpenuhi.

Sama halnya yang diungkapkan warga lainnya, Handayani, yang berencana pindah setelah Lebaran. Ia juga menyempurnakan rumah pengganti di Mipitan dengan biaya sendiri. ”Di sana masih berupa bangunan seadanya karena hasil proyek. Jadi saya harus menyempurnakan rumah dan membangun MCK. Walaupun kurang sreg, saya harus pindah daripada terkena banjir terus menerus. Saya kasihan dengan anak-anak,” imbuhnya.

aak

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…