Jumat, 29 Juli 2011 21:01 WIB Tak Berkategori Share :

Pengadilan didesak gelar ulang sidang kasus Cikeusik

Jakarta [SPFM], Pengadilan Negeri Serang, Banten didesak menggelar persidangan ulang kasus penyerangan terhadap jemaat Ahmadiyah di Kampung Peundeuy, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang. Vonis tiga sampai enam bulan penjara terhadap 12 terdakwa kasus yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa itu dinilai terlalu ringan.

Menurut Wakil Direktur Human Right Working Group Choirul Anam, Jumat (29/7), Majelis Hakim juga dinilai tidak profesional karena terlalu mengekor dakwaan dan tuntutan jaksa. Padahal dalam perkara itu Kejaksaan Negeri Banten tampak tidak independen karena lebih mempertimbangkan desakan para ulama Banten yang menganggap para terdakwa adalah pahlawan, sementara peristiwa Cikeusik terjadi karena provokasi pihak Ahmadiyah.

Selain itu, menurut Choirul, ada bukti-bukti lain yang sengaja ditutupi. Choirul menambahkan, dalam rekaman kasus kekerasan tampak jelas jika penyerangan itu terencana. Hal ini terlihat dari adanya pita pada lengan para penyerang, pesan pendek rencana penyerangan yang disebar, dan persiapan senjata tajam berupa golok untuk menyerang. [tempo/rda]

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…