Jumat, 29 Juli 2011 13:51 WIB Lintas Kota Share :

Oemah Es Krim van Nguter

OEMAH ES KRIM-Sejumlah pembeli memilih rasa es krim yang diminati. Foto : Agustina

[SPFM], Alam menyediakan potensi untuk diolah. Dengan sentuhan kreatif, apa yang tersedia di sekitar dapat diubah hingga mempunyai nilai lebih. Inilah pula yang dilakukan Primanda Adi di Dusun Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Adi, demikian akrab disapa,  mengolah umbi, buah-buahan menjadi bahan dasar es krim dengan citra rasa yang khas.

Sejak tiga tahun lalu, Adi berusaha mengolah berbagai bahan agar bisa diolah menjadi es krim. Memang butuh ujicoba, karena es krim buatannya bukan es krim dari bahan sebagaimana biasanya. Tak mengherankan,  jika dari ketekunannya membuahkan es krim yang bercita rasa.  Siapa sangka pula, kalau es krim yang diolah Adi  berbahan dasar ketela ungu, beras merah, ketan hitam, jagung, dan jambu merah.

Awalnya, memang terdengar janggal dan tak biasa.  Namun, berkat kerja kerasnya, Oemah Es Krim makin dikenal dan diminati masyarakat. Adi pun memantapkan bisnis kuliernya dengan memperoleh lisensi untuk merek. Tak hanya itu, Oemah Es Krim tengah memproses sertifikat halal.

Dalam sehari, Oemah Es Krim mampu menjual sekitar 50 cup hingga 60 cup. Dibantu lima karyawan, Oemah Es Krim terus berupaya memperluas cakupan bisnisnya. Jika pesanan naik, Adi merekrut karyawan tambahan. Bahkan, tidak jarang pihaknya memberdayakan warga sekitar untuk membantu sekaligus membagikan keahlian yang dimilikinya.

Mengenai bahan baku, Adi mengaku, hal itu bukan suatu hal yang sulit. Biasanya, dia memperoleh bahan baku tersebut dari petani di Tawangmangu serta dari pedagang-pedagang kecil. Selain itu, Adi juga menjalin kerjasama dengan industri-industri lain yang juga menggunakan bahan baku lokal untuk produknya. Dalam sepekan, Adi harus memperoleh bahan baku 10 kilogram untuk satu variasi rasa. Jika buah atau bahan baku lain sedang tidak musim, variasi yang diinginkan terpaksa dihentikan sementara dan diganti dengan rasa lainnya.

Di luar, Soloraya, Adi juga mencoba untuk memperluas wilayah pemasarannya hingga ke luar kota, seperti Yogyakarta dan Semarang. Selain itu, pihaknya juga gencar mengikuti sejumlah pameran UMKM, serta mulai merintis pemasaran melalui media on line. Untuk mengembangkan bisnisnya, Adi berupaya untuk mengumpulkan modal dengan menjalin kerjasama dengan Perbankan, melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Meskipun masih tergolong industri rumah tangga, namun Oemah Es Krim memiliki kemasan produk serta pemasaran yang dikonsep dengan matang. Bahkan, tak jarang Oemah Es Krim ditunjuk Dinas Perindustrian dan Ketahanan Pangan Sukoharjo untuk diikutkan  dalam event berskala nasional.

Adi saat ini sedang mengembangkan konsep inovasi produk makanan berbahan dasar es krim. Tak hanya itu, dia juga berkeinginan agar produknya dapat menembus pasar modern seperti mal dan pusat-pusat perbelanjaan. [SPFM/tna]

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…