OPERASI HOTEL--Sejumlah aparat Polres Sragen mengoperasi Hotel Sukowati di Jl ringroad utara, Pilangsari, Sragen, Kamis (28/7). Tim polisi itu meringkus empat pasangan selingkuh dan menggelandang mereka ke Mapolres Sragen.
Kamis, 28 Juli 2011 16:14 WIB Sragen Share :

Polres Sragen intensifkan Operasi Pekat, 8 Gepeng dan 4 pasangan selingkuh diringkus

Sragen (Solopos.com) – Tim gabungan Polres Sragen meringkus delapan gelandangan dan pengemis/pengamen (Gepeng) yang mangkal di Pasar Bunder, Pasar Nglangon dan Terminal Pilangsari Sragen, Kamis (28/7/2011). Tim gabungan juga mengamankan empat pasangan selingkuh dalam razia di Hotel Sukowati
Sragen.

RAZIA HOTEL--Sejumlah personel Polres Sragen menjaga seorang perempuan yang tertangkap dalam razia di Hotel Sukowati di jalan ringroadutara, Pilangsari, Sragen, Kamis (28/7/2011). (JIBI/SOLOPOS/Tri Rahayu)

Tim gabungan satuan Polres Sragen beranggotakan 30 personel terus mengintensifkan operasi penyakit masyarakat (Pekat). Sasaran aparat tidak hanya peredaran minuman keras (Miras), melainkan juga para Gepeng dan pasangan selingkuh. Delapan Gepeng itu terdiri atas enam perempuan dan dua laki-laki. Tiga orang perempuan di antaranya mengemis dengan menggedong anak. Bahkan seorang ibu yang tinggal di pinggiran rel kereta api (KA), Susiati, 34, mengaku mempekerjakan anaknya untuk mengais uang dengan cara mengemis. Seorang bocah berinisial R, 12, mengaku terpaksa putus sekolah demi membantu mencari nafkah orangtuanya.

“Saya memang disuruh ibu untuk mencari nafkah. Bapak sudah meninggal.Kasihan ibu mencari nafkah sendiri. Dalam sehari saya bisa mengumpulkan Rp 40.000/hari. Saya terpaksa meninggalkan sekolah untuk membantu orangtua. Saat itu saya keluar dari Kelas I,” tutur R saat dijumpai wartawan.

Kapolres Sragen, AKBP IB Putra Narendra, melalui Kabag Ops, Kompol Yuliana Bangun, saat dijumpai wartawan, mengungkapkan razia Gepeng ini bagian dari upaya operasi Pekat. Selain itu, ujarnya, tim gabungan juga merazia sebanyak empat pasangan selingkuh di Hotel Sukowati. “Mereka didata dan diambil gambarnya. Selanjutnya mereka diberi
pembinaan oleh aparat dan dikirim ke Dinas Sosial (Dinsos) untuk pembinaan lanjutan. Pada intinya kami terus mengintensifkan Operasi Pekat sampai 15 Agustus mendatang,” pungkasnya.

trh

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…