Ilustrasi (Dok. SOLOPOS) Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Kamis, 28 Juli 2011 09:00 WIB Ekonomi Share :

Penerbangan Garuda dari Solo tidak terganggu

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Boyolali (Solopos.com)–Penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Solo, Kamis (28/7), tidak mengalami gangguan, kendati ada aksi mogok dari sejumlah pilot Garuda Indonesia di Jakarta.

Manajemen Garuda Indonesia Solo dan pihak pengelola bandara juga memastikan tidak akan ada pembatalan penerbangan atau pengalihan penumpang ke penerbangan lain.

Penerbangan GA 220 dari Jakarta justru datang lebih awal dua menit, yakni pukul 06.58 WIB dari jadwal seharusnya pukul 07.00 WIB. Untuk keberangkatan pagi pukul 07.45 WIB dengan nomor penerbangan GA 223, juga tepat waktu.

Airport Duty Manager Bandara Adi Soemarmo, Milda, mengatakan sejauh ini tidak ada pemberitahuan pembatalan penerbangan oleh pihak Garuda.

“Pembatalan penerbangan biasanya dilakukan sehari sebelumnya, dengan izin tertulis dari pimpinan distrik yang bersangkutan. Namun hingga saat ini pemberitahuan itu tidak ada,” kata dia, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, Kamis.

Dari pantauan Espos, Kamis pagi, di loket pembelian tiket Garuda Indonesia di Bandara Adi Soemarmo Solo juga tertempel pengumuman tertulis kepada calon penumpang sebagai langkah antisipasi.

Isi pengumuman adalah ada bahwa ada rencana mogok dari pilot Garuda Indonesia di Jakarta. Tetapi, dalam pengumuman tersebut, manajemen Garuda Indonesia meyakinkan kepada calon penumpang bahwa pihak Garuda akan tetap mengupayakan pelayan maksimal penumpang, dan sudah melakukan berbagai antisipasi.

Penjualan tiket pewasat pun tetap dilayani sesuai jadwal. “Karena sampai sekarang tidak ada perintah untuk menahan atau menutup pembelian tiket. Semua on schedule,” kata salah satu petugas loket Garuda Indonesia, Sulis.

(haw)

lowongan kerja
lowongan kerja PT SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…