Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Kamis, 28 Juli 2011 08:00 WIB Boyolali Share :

Padi varietas baru kena wereng, petani bingung

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Boyolali (Solopos.com)–Para petani kebingungan setelah tanaman padi varietas baru seperti Inpari, Mekongga dan Ciherang ternyata terkena serangan wereng. Padahal sebelumnya, varietas baru ini disebut-sebut tahan wereng.

Sebelumnya, varietas ini menjadi varietas pengganti setelah era varietas IR 36 dan IR 64.
“Saya kira yang baru ini bisa tahan wereng. Namun, ternyata sama juga,” kata Sukadi, petani asal Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono kepada Espos, Rabu (27/7/2011).
Bahkan, Sukadi sudah tidak panen hingga empat kali masa tanam karena wereng selalu menyerang tanaman padinya.

Setelah hama wereng mereda dia pun mencoba menggarap lahan sawah sewa. Sukadi dengan petunjuk dan arahan kelompok taninya memilih varietas Mekongga. “Bibit sudah saya tanam. Namun, sesama petani bilang itu juga tidak tahan hama,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Naryo, petani asal Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak. Ia menganggap baik padi varietas baru ataupun lama sama saja.

“Tidak ada jaminan bakal bebas dari serangan hama,” katanya. Serangan wereng menurutnya semakin membuat petani terpuruk. Meskipun beras mengalami kenaikan harga namun, petani tidak bisa menikmati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Boyolali, Wisnu Hermadi mengaku sudah mendapat masukan terkait serangan hama wereng tersebut. Menurutnya, sulitnya memberantas hama wereng karena petani enggan menerapkan sistem tanam yang serempak.

“Petani tidak mau berhenti menanam padi. Selain itu, pola tanam mereka sulit diatur,” terangnya. Pihaknya telah menyarankan agar musim kemarau ini para petani beralih ke palawija. Langkah ini untuk memutus siklus hama wereng. Selain itu, menghemat air saat musim kemarau.

Menurutnya, serangan hama wereng ini tidak berdampak terhadap stok pangan di Boyolali. Ia memastikan stok beras menjelang Ramadan aman. Sebab, produksi gabah masih surplus. Hingga Juli produksi gabah surplus sebanyak 50.000 ton.

(rid)

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…