Ilustrasi (Dok. SOLOPOS) Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Kamis, 28 Juli 2011 08:29 WIB Solo Share :

HPPK
Tak ada kaitannya dengan rencana revitalisasi

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Solo (Solopos.com)–Salah satu pedagang Pasar Klewer yang saat ini kembali menjadi pengurus Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Tri Suwarni, menyatakan polemik yang terjadi di tubuh HPPK adalah masalah internal. Ia membantah jika masalah itu terkait dengan pro-kontra rencana revitalisasi Pasar Klewer.

”Ini adalah masalah internal pedagang, jadi sebaiknya tidak perlu hingga melapor Pemkot. Kami siap menerima jika mereka mau bertemu dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ungkapnya saat ditemui Espos di Pasar Klewer, Rabu (27/7/2011).

Ia menambahkan jika ada anggapan bahwa perlu ada panitia untuk pemilihan ketua baru seperti organizing committee (OC) dan steering committee (SC), hal itu tidak tertulis dalam AD/ART. Jika memang pihak yang memrotes proses pemilihan Ketua HPPK mengadu ke Pemkot Solo, pengurus HPPK siap diundang.

Ia malah mengindikasikan polemik itu muncul karena ada kecemburuan antara pengurus lama terhadap pengurus baru. ”Mungkin beberapa orang yang dulu menjadi pengurus HPPK sudah tidak diangkat kembali untuk kepengurusan yang baru. Sehingga mereka merasa kecewa,” imbuhnya.

Ia menegaskan proses pemilihan ketua HPPK tidak perlu diulang dan tidak akan diulang. ”Saat ini tidak perlu mempersoalkan siapa yang menjadi ketua. Jika ada polling untuk pemilihan adalah kehendak pedagang, bukan kehendak pengurus,” terangnya.

Ia memberi solusi, bagi pihak yang memrotes proses pemilihan, sebaiknya bertemu langsung dengan pengurus dan tidak perlu hingga ke Walikota atau Pemkot.

Sementara itu, Ketua HPPK terpilih, Abdul Kadir tidak mau berkomentar banyak tentang masalah itu. Ia akan mengadakan rapat dengan anggota.

”Saat ini saya belum dapat berkomentar, biar anggota saya yang memberikan penjelasan. Nanti akan diadakan pertemuan dengan mengundang media,” jelasnya saat dihubungi Espos, Rabu.

(aak)

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…